SuaraJawaTengah.id - Perayaan natal tahun ini memang sangat berbeda. Natal bertepatan disaat pendemi Covid-19. Nyaris semua tempat menjadi tidak aman dan rawan penularan virus corona.
Lalu bagaimana cara teraman untuk merayakan liburan Natal dan Tahun Baru kali ini?
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Penelitian menunjukkan hampir setengah dari orang yang tertular Covid-19 tidak mengalami gejala apa pun dan karena hal ini mereka mungkin tanpa disadari menyebarkannya lebih jauh.
Jika seseorang tidak sadar terinfeksi SARS-CoV-2 dan bertemu dengan anggota keluarga atau rekannya selama liburan, maka dia berkontribusi menularkan virus termasuk pada mereka yang mungkin sudah lebih rentan, seperti kerabat yang lebih tua atau memiliki kondisi kronis yang ada misalnya diabetes atau penyakit kardiovaskular.
Itulah alasan saran menikmati liburan tahun ini ialah tetap menghindari pertemuan sosial dan hanya merayakan Natal dengan orang-orang dari rumah sendiri.
Namun, seperti dikutip dari Medical News Today, Jumat, bagi Anda yang ingin mengusir sepi, CDC menyarankan Anda menghindari bertemu orang-orang yang mungkin sudah menghadapi risiko tinggi COVID-19, menahan diri untuk tidak bepergian ke daerah dengan jumlah kasus COVID-19 meningkat.
Selain itu, jika memungkinkan, gunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan transportasi umum untuk menghindari kontak dekat dengan wisatawan lain.
Jika tidak bisa, patuhilah aturan yang ditetapkan pengelola moda transportasi. PT KAI Daop 1 Jakarta misalnya, menerapkan lima aturan khusus bagi para calon penumpangnya pada Masa Angkutan Nataru 2020/2021, yakni: menunjukkan surat keterangan rapid test antigen dengan hasil negatif paling lambat 3 x 24 jam atau H-3 sebelum keberangkatan (anak dibawah usia 12 tahun tidak diwajibkan) atau PCR Swab Tes.
Kemudian, mewajibkan calon penumpang memiliki kondisi sehat tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam dengan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius.
Baca Juga: Rayakan Natal 2020 di Twitter, Warganet Gaungkan Pesan Damai
Mereka juga wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut serta menggunakan face shield dari stasiun keberangkatan dalam perjalanan sampai stasiun tujuan dan menggunakan pakaian pelindung (jaket atau lengan panjang).
"Dengan adanya aturan syarat naik KA Jarak Jauh harus menunjukkan hasil rapid test antigen, KAI memberikan kebijakan penumpang bisa membatalkan dan mengubah jadwal dengan tenggang waktu 3 bulan dan tidak akan dikenakan bea," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam siaran tertulisnya belum lama ini.
Selain itu, Anda juga sebaiknya menghindari bepergian dengan orang dari tidak tinggal serumah dengan Anda untuk meminimalkan risiko pajanan.
Terakhir, penting untuk mendapatkan vaksinasi flu untuk membantu mencegah risiko tambahan dan melakukan tes COVID-19 baik sebelum maupun setelah bepergian.
Saat harus bertemu orang lain
Para pakar kesehatan mengingatkan Anda untuk memakai masker saat berada di tempat umum atau di sekitar orang yang tidak tinggal serumah dengan Anda, menjaga jarak secara fisik yakni 1-2 meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kronologi Terbongkarnya Aksi Kiai Cabul di Jepara: Berawal dari Pesan WA Bernada Mesum
-
Modus 'Nikah Siri' Akal-akalan Kiai Ponpes Jepara Terbongkar: Paksa Santri Layani Nafsu di Gudang
-
Sarif Abdillah Soroti Potensi Penyelewengan Pupuk Bersubsidi
-
Dari Peluit Parkir Menuju Ka'bah: Kisah Sucipto, Kumpulkan Recehan Selama 12 Tahun Demi Pergi Haji
-
Tragedi Berdarah di Pekalongan: Ibu Lansia Tewas di Tangan Anak Kandung, Cobek Batu Jadi Saksi Bisu