- Sabtu malam (8/2/2026), lima orang meninggal di Pakis Aji, Jepara, akibat pesta minuman keras jenis gingseng.
- Miras gingseng diduga berasal dari Bulungan dan memiliki rasa serta aroma yang berbeda dari biasanya.
- Polres Jepara sedang menyelidiki intensif untuk mengungkap penyebab pasti kematian dan menindak peredaran miras berbahaya.
SuaraJawaTengah.id - Pada Sabtu malam (8/2/2026), sebuah insiden tragis terjadi di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, yang melibatkan pesta miras (minuman keras).
Lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Berikut adalah rangkuman kejadian tersebut, yang telah mengundang perhatian masyarakat dan pihak berwenang.
1. Insiden Meninggalnya 5 Orang
Lima orang ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi miras jenis gingseng di sebuah pesta yang digelar di Kecamatan Pakis Aji pada Sabtu malam. Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematian mereka.
"Kami sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini dan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara," ungkap Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna. Selain korban tewas, satu orang lainnya dilaporkan masih dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit.
2. Awal Kejadian: Miras Gingseng dari Bulungan
Menurut keterangan warga setempat, pesta miras tersebut melibatkan minuman keras jenis gingseng, yang didatangkan dalam galon besar dari Bulungan. Miras ini diduga dijual oleh pemilik warung tanpa proses pembuatan sendiri.
Salah satu korban yang selamat, berinisial E, mengungkapkan bahwa rasa miras tersebut berbeda dari yang biasa ia konsumsi. “Rasanya tidak seperti biasanya. Bau mirasnya wangi, seperti bau sabun mandi,” ceritanya saat dalam keadaan kritis. E mengaku mencoba miras tersebut dan menunjukkan ekspresi wajah yang aneh setelah mencicipinya.
3. Respon Polisi dan Langkah Selanjutnya
Polisi setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali informasi serta bukti lainnya yang ada di lokasi kejadian. Hal ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti kematian lima orang tersebut serta menindak lanjuti dugaan penyalahgunaan miras yang berpotensi membahayakan masyarakat.
AKP Dwi Prayitna juga mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan penyelidikan secara mendalam. “Kami ingin memastikan apakah ada kesalahan dalam proses produksi atau distribusi miras yang bisa membahayakan konsumen,” katanya.
4. Masyarakat Terkejut dengan Kejadian Ini
Warga sekitar mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui bahwa pesta miras tersebut mengakibatkan lima korban jiwa. Salah satu warga bahkan menyebutkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran bagi mereka untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman keras yang tidak diketahui asal-usulnya.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Penanganan Bencana Tegal: Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Sampai Relokasi Total!
Sementara itu, beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengungkapkan bahwa pihak warung yang menjual miras ini belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan dan memberikan efek jera kepada pihak yang bertanggung jawab.
5. Dampak Sosial dan Kesadaran Terhadap Miras
Kejadian ini memperingatkan kita akan bahaya mengonsumsi minuman keras yang tidak jelas asal-usulnya. Selain itu, hal ini juga membuka kembali diskusi mengenai pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran miras ilegal yang sering kali beredar di masyarakat.
Kasus ini bisa menjadi pemicu bagi pihak berwenang untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran miras yang tidak terkontrol. Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dan mengedepankan keselamatan diri serta orang sekitar dengan menghindari konsumsi minuman keras yang tidak jelas asal-usulnya.
Insiden pesta miras yang menewaskan lima orang ini menunjukkan pentingnya peran aparat keamanan dalam mengawasi peredaran minuman keras ilegal. Polisi kini tengah menyelidiki apakah ada unsur kelalaian atau kesalahan dalam proses distribusi miras gingseng tersebut.
Masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan memperhatikan dengan seksama sumber-sumber konsumsi yang mereka pilih, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang, Tawarkan Promo Pembiayaan Kendaraan dan Mobil Listrik
-
Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!
-
BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu
-
Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa
-
Jadwal Kegiatan Agustusan Padat? Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit