SuaraJawaTengah.id - Banyak orang mengungkapkan Jas Merah sebagai singkatan dari jangan sekali-kali melupakan sejarah. Hari ini, 30 Desember 1929 atau 91 tahun lalu Soekarno dijebloskan ke penjara.
Soekarno bersama dua kawannya di Partai Nasional Indonesia (PNI), Gatot Mangkupradja dan Maskun Sumadiredja, pemuda yang jadi tokoh sentral pergerakan kemerdekaan itu diangkut meninggalkan Yogyakarta menuju Kota Bandung.
Momen itu terjadi pada 30 Desember 1929 pagi hari, ketiganya digiring masuk ke gerbong kereta api yang seluruh jendelanya ditutup rapat.
Soekarno dibawa ke Bandung bukan untuk kembali berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung atau ITB). Ia sudah lulus dari kampus itu pada 1926.
Soekarno, Gatot dan Maskun diboyong ke Bandung untuk menghuni Penjara Banceuy.
Dalam penjagaan ketat, Soekarno, Gatot, dan Maskun diturunkan di Stasiun Cicalengka, sekitar 30 kilometer di timur Kota Bandung. Dari sana, sebuah mobil mengangkut ketiganya menuju pusat kota.
Her Suganda, dalam bukunya Jejak Soekarno di Bandung (1921-1934), menggambarkan secara rinci rute perjalanan yang ditempuh 30 menit lebih cepat dari biasanya itu.
“Mobil melaju melewati daerah-daerah yang kini bernama Ujungberung, Cicadas, dan kemudian Kosambi. Ketika tiba di dekat alun-alun Kota Bandung, kendaraan tersebut berbelok ke kanan memasuki Jalan Banceuy, lalu berhenti sebentar di depan pintu gerbang sebelum memasuki penjara. Satu per satu penumpangnya kemudian diturunkan,” begitu Her Suganda menulis dalam buku yang diterbitkan pada tahun 2015 tersebut.
Sejak sore itulah Soekarno mendekam di Penjara Banceuy.
Baca Juga: Warga Negara Asing Dilarang Masuk Indonesia
Ditangkap di Yogyakarta
Soekarno dan kawan-kawannya ditangkap di rumah Mr. Sujudi di Yogyakarta di tengah-tengah perjalanan politiknya di Jawa Tengah. Inggit Garnasih ada di sisinya.
Pada waktu subuh, tantara-tentara Belanda menggedor-gedor pintu rumah Sujudi lalu menyeret para tokoh yang menginap di situ menuju Penjara Mergangsan.
Selama berada di selnya, begitu menurut kesaksian Gatot Mangkupradja, Sukarno selalu tersenyum. Ia bahkan mengingat Mang Oyip, simpatisan PNI yang setia mengikuti aktivitas Sukarno meski sedang menderita asma.
“Wah karunya (wah kasihan) Tot. Mang Ojib meureun moal bisa nyedot ubar asmana,” kata Soekarno yang mengetahui obat asma milik kawannya itu turut disita oleh tentara kolonial.
Di sel Penjara Mergangsan, Yogyakarta, itulah, meski hanya semalam, Soekarno mengalami untuk pertama kalinya sebuah penahanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli