SuaraJawaTengah.id - Batas seni adalah imajinasi. Selama seniman mampu mengksplorasi alam kreativitasnya, imajinasi sangat mungkin meraba batas-batas yang jauh.
Seperti dilakukan seniman serba bisa Sujono Keron. Jika wayang biasanya terbuat dari kulit atau karton, Sujono menciptakan wayang berbahan galvalum. Logam anti karat.
Suyono hendak menciptakan wayang yang tidak hanya memperhatikan detail tatah sungging tapi juga tahan lama. “Tahan terhadap hujan. Cuaca tetap bisa terkendali. Anti karat,” kata Sujono saat ditemui di Sanggar Saujana, Dusun Keron, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Wayang galvalum cocok digunakan di Magelang yang cuacanya cenderung basah dengan curah hujan lumayan tinggi. Terutama di bulan Oktober-Februari, Magelang kerap diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras.
Menurut Sujono, wayang berbahan galvalum ini adalah pesanan Muhammad Khoirul Sholeh (Irul), pemilik perkebunan buah dan padi hidro organik (hidroganik) di Dusun Kebonkliwon, Salaman.
“Saya ketemu Pak Irul: ‘Pak Jono aku pengen wisata sing nuansanya budaya kita tetap muncul. Wayang opo sing awet?’. Menurut saya galvalum. Cocok. Saya kemudian diminta membuat sampel.”
Irul memesan 100 karakter wayang ditambah 1 gunungan. Semua wayang berukuran besar. Paling besar adalah karakter butho dengan tinggi 2 meter x 90 centimeter. “Paling kecil 50 centimeter,”kata Sujono.
Irul bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Dadi Berkah, sedang membangun wisata edukasi di Dusun Krandan, Desa Kebonrejo, Salaman. Rencananya wayang galvalum akan dipajang di gerbang masuk lokasi wisata edukasi tersebut.
“Nanti wayang dijejer di gerbang masuk. Saya ambil karakter wayang cerita Mahabarata.”
Baca Juga: 27.850 Warga Mengungsi Gegara Gempa Mamuju Majene
Tidak semua karakter wayang cerita Mahabarata digarap Sujono menjadi wayang galvalum. Dia hanya memilih 100 karakter wayang dari sekitar 125 hingga 150 tokoh dalam cerita Mahabarata.
“Wayang satu kotak (satu seri cerita) ada yang 125 sampai 150 karakter. Misal Janoko itu kalau lebih tua namanya beda (juga beda bentuk). Satu karakter itu bisa tiga bentuk wayangnya. Ini saya ambil satu saja,” ujar Sujono disela proses pengecatan wayang.
Pengecatan wayang menggunakan cat semprot, seperti yang biasa digunakan untuk mengecat mobil. Sebelumnya wayang diberi lapisan dasar flintkote untuk memudahkan pengecatan.
“Kalau tidak pakai cat dasaran akan mudah tergores. Tapi kalau sudah disemprot lapisan flintkote, cat akan lebih melekat dan tahan terhadap goresan.”
Secara umum proses tatah wayang galvalum sama dengan pembuatan wayang kulit biasa. Sujono menggambar pola wayang pada lembaran galvalum untuk kemudian dipotong dan ditatah.
Sujono menggunakan mata pahat yang biasa digunakan pada tatah ukir kayu. Dia memilih mata pahat yang mengandung lebih banyak kandungan baja karena media yang digunakan adalah galvalum ukuran 0,3 milimeter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah