SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bulan Januari di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih memasuki puncak musim hujan. Masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie menyebutkan Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga, berpeluang terjadi hujan lebat hingga dua hari ke depan.
"Masih terdapat potensi hujan lebat di Banjarnegara dan Purbalingga sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan," kata Setyo dilansir dari ANTARA di Banjarnegara, Minggu (17/1/2021).
Menurut prakiraan cuaca, kata dia, peluang hujan terdapat di hampir seluruh kecamatan yang ada di wilayah setempat.
Dia mengatakan kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan, terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana, seperti di area lereng atau perbukitan.
"Menjelang puncak musim hujan intensitas hujan terus meningkat sehingga kita perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan angin kencang, terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana," katanya.
BMKG Banjarnegara, kata dia, terus meningkatkan sosialisasi mengenai risiko peningkatan intensitas hujan kepada masyarakat dan instansi terkait lainnya.
"Tujuannya agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya, khususnya di periode puncak musim hujan, ambil langkah mitigasi yang diperlukan, khususnya di daerah rawan longsor," katanya.
Dia juga mengimbau agar masyarakat terus berkoordinasi dengan instansi terkait apabila menemukan tanda-tanda awal bencana seperti rekahan tanah dan lain sebagainya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bekasi Hari Ini: Senin 18 Januari 2021
"Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan berita yang belum jelas kebenarannya, jika membutuhkan informasi terpercaya terkait cuaca ekstrem maka bisa menghubungi kantor BMKG terdekat atau pantau laman resmi BMKG melalui sosial media.
Sementara itu, akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Indra Permanajati mengatakan bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air yang ada di dalamnya, termasuk curah hujan.
Bencana tersebut, tambah dia, dapat meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang dan sebagainya yang bisa dipengaruhi oleh perubahan musim.
Dengan demikian, kata dia, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan dengan curah hujan sedang hingga tinggi dengan durasi yang lama.
"Kesiapsiagaan terhadap bencana dan upaya mitigasi bencana harus terus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat," katanya.
Indra mengingatkan bahwa sosialisasi bencana hidrometeorologi perlu digencarkan dengan memanfaatkan media sosial guna mempercepat informasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya
-
Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!
-
Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang