SuaraJawaTengah.id - Meski belum tahu kapan pandemi Covid-19 berakir, beberapa kalangan sudah membicarakan strateggi pemulihan ekonomi pascapandemi Corona. Salah satunya Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Putra sulung Presiden Jokowi itu mengaku akan menggandeng sejumlah kabupaten di Solo Raya untuk memulihkan ekonomi pascapandemi Covid-19.
"Concern kami di tahun 2021 ini menjadi tantangan ke depan mengingat COVID-19 dampaknya bukan hanya ke kesehatan tetapi juga ekonomi. Oleh karena itu, pemulihan percepatan ekonomi pascapandemi COVID-19 menjadi perhatian," kata Gibran dilansir dari ANTARA, Senin (18/1/2021).
Ia mengatakan kerja sama dengan daerah penyangga, yaitu Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, dan Sragen menjadi salah satu prioritas. Ia mengatakan nantinya kerja sama tersebut akan dimulai dengan dialog antar kepala daerah.
"Yang penting harus kompak, jangan jalan sendiri-sendiri, karena apa yang terjadi di kabupaten lain akan berdampak di Solo. Kalau jumlah penduduk di Solo sendiri sekitar 500.000 jiwa, di siang hari jumlahnya bisa sampai 2,5 juta jiwa. Artinya Solo menjadi magnet di daerah sekitar, jelas kita buka komunikasi, hilangkan egosektoral," katanya.
Ia juga menyoroti permasalahan kebijakan masing-masing kepala daerah yang selama ini terkesan tidak kompak, salah satunya pembatasan aktivitas anak kecil dan ibu hamil selama pandemi COVID-19.
"Misalnya anak kecil dan ibu hamil dilarang masuk mal, itu sudah diterapkan di Solo, tetapi mereka 'ngeyel' kemudian milih ke mal di luar Solo. Jangan sampai yang ketat hanya Solo tetapi daerah lain tidak," katanya.
Selain meningkatkan kerja sama antardaerah, ia juga akan mengeluarkan sejumlah kebijakan yang bertujuan mengangkat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang saat ini sebagian besar terhantam oleh COVID-19.
"Pemulihan ekonomi harus fasilitasi restrukturisasi kredit untuk UMKM, memperbanyak program padat karya untuk yang terdampak PHK (pemutusan hubungan kerja), dan memberikan kelonggaran retribusi dan pajak untuk UMKM serta membuka peluang akan kami siapkan 'creative hub'," katanya.
Baca Juga: Terjaring Razia Masker dan Diangkut ke TPU Khusus Covid-19, Warga: Kapok!
Ia mengatakan keberadaan creative hub tersebut agar anak muda bisa meningkatkan daya saing dan UMKM di Solo bisa naik kelas dengan memanfaatkan teknologi.
"Selain itu, masalah kreativitas ini saya ingin ada pusat inkubasi bisnis untuk mengembangkan startup, ingin ada co-working space untuk ruang kerja dan kolaborasi, kami ingin ada creative space sebagai ruang pameran dan seni, dan yang paling penting adalah maker space sebagai ruang kerja untuk menghasilkan barang jadi karena sebetulnya anak muda Solo kreatif semua, tinggal diberikan ruang dan panggung," katanya.
Mengenai UMKM, ia juga tidak ingin kebijakan pemerintah justru mematikan usaha para pelaku usaha. Menurut dia, selama mematuhi protokol kesehatan maka tidak masalah warung maupun kafe berjualan hingga malam hari.
"Seperti belum lama ini kan sempat viral warung (yang diminta tutup oleh Pemkab Sukoharjo), jangan sampai hal seperti itu terjadi di Kota Solo. UMKM di Kota Solo sudah sangat terpukul karena COVID-19. Pembatasan jam operasional perlu diperketat tetapi jangan membatasi ruang gerak mereka, warung buka malam tidak masalah tetapi lebih memperbanyak layanan delivery, kalau makan di tempat harus dibatasi, itu kan sudah ada di SE juga," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama