- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan MTQ Nasional XXXI di Semarang pada September 2026 menjadi pesta rakyat pemersatu berbagai umat beragama.
- Gubernur Ahmad Luthfi menyebutkan acara yang dihadiri ribuan tamu ini sukses mendongkrak sektor perekonomian lokal di Jawa Tengah.
- Sekretaris Umum LPTQ Muchlis Muhammad Hanafi melaporkan kompetisi ini diikuti 2.242 peserta pada delapan cabang perlombaan.
SuaraJawaTengah.id - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah dinilai bukan hanya di gawenya umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat acara Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI tahun tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Jumat malam, 11 September 2026.
Menurutnya, kemeriahan penyelenggaraan MTQ di Indonesia menunjukkan nilai-nilai Al-Qur’an dapat menghadirkan kegembiraan dan persaudaraan bagi seluruh masyarakat.
“MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia,” kata Nasaruddin dalam
Ia menceritakan pengalamannya saat menghadiri kegiatan keagamaan di sejumlah daerah. Pada penyelenggaraan Pesparawi di Manokwari, misalnya, kepanitiaannya melibatkan seorang muslim.
Sementara pada MTQ tingkat provinsi di Sulawesi Utara, masyarakat Kristen turut terlibat, termasuk melalui paduan suara gereja yang menyanyikan Mars MTQ.
Kebersamaan serupa juga terlihat dalam Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Masyarakat nonmuslim turut hadir dan bergembira menyambut para kafilah di Kota Semarang.
Nasaruddin menilai, MTQ merupakan salah satu pesta rakyat yang meriah di Indonesia. Kegiatan tersebut tumbuh melalui proses pembinaan yang berjenjang dari lingkungan masyarakat hingga tingkat nasional.
Besarnya antusiasme masyarakat juga terlihat dari panjangnya daftar daerah yang ingin menjadi tuan rumah. Oleh karena itu, Kementerian Agama memutuskan penyelenggaraan MTQ Nasional dilakukan setiap tahun agar kesempatan bagi daerah semakin terbuka.
Baca Juga: 'Kalian Anak Saya!' Aksi Spontan Gubernur Ahmad Luthfi Datangi Kos Mahasiswa NTT Bikin Haru
Menurut Nasaruddin, Indonesia juga menjadi salah satu kiblat penyelenggaraan MTQ di tingkat internasional. Pelaksanaan MTQ di Indonesia memiliki skala besar dengan keterlibatan peserta, pemerintah daerah, dan masyarakat luas.
Ia pun mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Kemeriahan di Jawa Tengah, kata dia, sudah terlihat sejak peluncuran logo MTQ. Antusiasme masyarakat semakin terasa menjelang pembukaan dan dimulainya seluruh cabang perlombaan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah. Terakhir, MTQ Nasional digelar di Jawa Tengah pada tahun 1979 atau tepat 47 tahun silam. Maka dari itu, segala hal untuk kesuksesan dan kelancaran MTQ Nasional XXXI telah disiapkan dengan matang.
Ia berharap MTQ Nasional juga memberikan dampak ekonomi bagi Jawa Tengah. Berdasarkan laporan yang diterima, hampir 7.831 tamu akan masuk ke Jawa Tengah. Hotel-hotel penuh dan kendaraan rental juga banyak yang telah dipesan. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah.
"Mewakili masyarakat Jawa Tengah kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah