SuaraJawaTengah.id - Seluruh masyarakat yang akan memasuki wilayah Kabupaten Banyumas per hari ini diwajibkan menunjukkan bukti surat test antigen tanpa terkecuali.
Penyekatan tersebut diklaim Pemkab Banyumas untuk menekan angka penularan Covid-19 dari luar daerah. Tak terkecuali masyarakat dari kabupaten tetangga.
Menanggapi hal ini, tak sedikit warga dari Kabupaten Cilacap dan Purbalingga yang merasa keberatan dengan adanya kebijakan tersebut. Pasalnya banyak warga kabupaten tetangga yang bekerja di Kabupaten Banyumas.
Bakhtiar (40), warga Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap menyampaikan keluhannya saat dihubungi SuaraJawaTengah.id. Ia yang berdomisili di Kroya, tiap dua hari sekali harus ke Purwokerto untuk bekerja di kantornya.
"Menyusahkan sekali itu (kebijakan surat rapid test antigen). Keluar uang banyak. Mau ke Purwokerto sangu Rp 100 ribu masa rapidnya Rp 250 ribu. Ya ga nutup," katanya, Rabu (20/1/2021).
Kebijakan ini, sempat menggemparkan warga yang berdomisili di kabupaten tetangga dan bekerja di wilayah Kabupaten Banyumas melalui media sosial dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
"Saya paling ga ya harus kucing-kucingan mencari jalan tikus agar tidak terkena razia. Lagian waktu razianya tidak tentu. Orang saya ibaratnya ke Purwokerto kan untuk bekerja bukan main. Masa iya harus kena razia. Dengar-dengar juga jika terkena razia dan tidak bisa menunjukkan surat rapid akan di rapid ditempat dengan biaya sendiri," jelasnya.
Memang, kebijakan tersebut dinilai memberatkan ke masyarakat sekitar Kabupaten Banyumas. Karena dibuat secara mendadak.
Syarif (30), warga Purbalingga terpaksa harus mencari bukti surat edaran kebijakan tentang aturan ini. Tujuannya sebagai dasar bukti ke kantor jika sewaktu-waktu terkena razia penyekatan ini.
Baca Juga: Lindungi Komorbid, Pemkab Banyumas Lakukan Test Usab Antigen Massal
"Iya, ini saya rada khawatir. Kalau saya dapat surat edaran terkait kebijakan ini kan setidaknya bisa buat bukti kantor. Orang saya setiap hari ke kantor di Sokaraja. Sedangkan saya dari Purbalingga," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein setelah rapat koordinasi bersama jajaran Forkompinda menjelaskan, aturan tersebut mulai hari ini.
"Titiknya seperti biasa, Lumbir, Pekuncen, Tambak, Terus Purbalingga, pokoknya jalan masuk ke Banyumas. Kita lihat kondisi akan kita lakukan penyekatan selama PPKM sampai tanggal 24 Januari besok. Setiap hari tapi waktunya random. Kalau 24 jam tidak kuat biayanya. Yang tidak bisa menunjukkan surat antigen tidak boleh masuk," katanya.
Hal ini baru dilaksanakan setelah melihat hasil evaluasi sejak pelaksanaan kegiatan PPKM pada 11-25 Januari 2021. Personel yang berjaga dalam penyekatan tersebut terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Kecamatan dan Desa.
"Waktunya rahasia, kalau diketahui mereka menghindar. Mendadak aja kita. Yang keluar dan masuk kita wajibkan untuk menunjukkan bukti surat rapid test. Rapidnya tapi nanti bayar loh ya, awas, karena kan urusannya dia. Nanti kita akan gandeng RS Swasta supaya nanti kalau masuk tidak dirapid dan rapid bayar. Kalau positif langsung dirawat," tuturnya.
Menurut Husein kebijakan tersebut tidak memandang warga mana meskipun itu dari kabupaten tetangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Berbagi Kebaikan di Kota Surakarta, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan
-
Vonis 6 Bulan Penjara, Botok dan Teguh Langsung Bebas! PN Pati Jatuhkan Hukuman Percobaan
-
Perusahaan di Jateng Telat Bayar THR Bakal Disangksi, Begini Cara Melaporkannya
-
Mudik Gratis TelkomGroup 2026 Dibuka, Ini 7 Fakta Penting Rute, Kuota, dan Cara Daftarnya
-
Sikap Tegas Undip di Kasus Pengeroyokan Mahasiswa: Hormati Proses Hukum, Sanksi Berat Menanti