Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 03 Februari 2021 | 15:13 WIB
Seorang pekerja sedang mengerjakan peti mati yang dipesan kepada Suhadi Haha di Kelurahan Pakembaran, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (3/2/2021). (Suara.com/F Firdaus)

Haha menyebut, harga satu peti mati berkisar Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta. Hal itu tergantung pada ‎kondisi peti mati yang dibuat.

"Harganya tergantung apakah pakai melamin, plistur atau cat," ucapnya.

‎Seperti halnya keluarga pasien Covid-19 yang meninggal, Haha juga kerap diliputi kesedihan ketika mengerjakan pesanan peti mati. 

Sebab, masih adanya pesanan peti mati yang diterimanya menunjukkan semakin banyak orang yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Baca Juga: Tertinggi, Pemakaman Pasien Covid-19 TPU Madurejo pada 2021 Tembus 14 Kali

‎"Sedihnya karena membayangkan orang-orang yang mati karena Covid-19. Jangan sampai saya seperti itu," tuturnya.

Haha tak hanya mendapat pesanan membuat peti mati dari RSUD dr Soeselo, tetapi juga dari Rumah Sakit DKT Pagongan, Kabupaten Tegal.

"Dari Rumah Sakit DKT ‎pernah dapat pesanan dua peti mati," ujar dia.

‎Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro mengatakan, setiap hari rata-rata ada dua hingga tiga pasien Covid-19 yang meninggal. "Setiap hari pasti ada," kata Joko kepada Suara.com, saat dihubungi Selasa (19/1/2021).

Joko menyebut, angka kematian pasien Covid-19 tersebut lebih tinggi dari angka kematian nasional. "Angka kematian di Kabupaten Tegal sekitar empat persen. Kalau nasional sekitar dua persen," ujarnya.

Baca Juga: Update: Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Sembuh Capai 52.067 Orang

Sementara itu berdasarkan data di laman covid-19.tegalkab.go.id yang baru diperbaharui hingga Selasa (2/2/2021), jumlah pasien positif Covid-19 yang‎ meninggal total mencapai 176 orang. Adapun jumlah kasus positif tercatat 4.326 orang.

Load More