SuaraJawaTengah.id - Ungkapan kekecewaan dengan penerapan Jateng di Rumah Saja yang baru dicanangkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berimbas pada kekecewaan warga, seperti yang terjadi di Kabupaten Banyumas. Bupati Banyumas, Achmad Husein kebanjiran karangan bunga yang berisi ungkapan kekecewaan warganya.
Karangan bunga tersebut diletakan di areal Pendapa Si Panji Purwokerto pada Jumat (5/2/2021).
Dalam pesan yang tertulis dalam karangan bunga tersebut, nampak jika ada penolakan program 'Jateng di Rumah Saja'.
“Untuk bupatiku. Mungkin ini hanya dua hari, tapi bagi kami ini sungguh berarti, ora obah ora mamah pak (tidak berusaha, tidak akan bisa makan),” tulis satu karangan bunga dari ‘komentator instagram yang tak dibalas’.
Selain itu, keluhan serupa juga ditulis dalam karangan bunga lainnya yang juga dikirim ke kompleks pemerintahan Kabupaten Banyumas tersebut.
“Ora ongkek ora nyekek, pak. Dari sebagian kecil wargamu yang ambyar,” tulisnya seperti dilansir Hestek.id-jaringan Suara.com.
Menurut Anggota Satpol PP yang berjaga di Kompleks Pendapa Si Panji, Amin, karangan bunga tersebut kali pertama terkirim menggunakan mobil bak terbuka sekitar pukul 14.00 WIB.
“Tadi yang mengantar dari karyawan toko bunga pakai mobil bak terbuka, bilangnya suruh diantar ke pendapa. Tapi sama saya tidak boleh, kalau ditaruh di situ nanti saya yang dimarahi,” katanya.
Sementara itu, karangan bunga kedua, tiba sekitar pukul 15.06 WIB. Pun dia tidak mengetahui identitas pengirimnya.
Baca Juga: Lengkap! Ini Kebijakan 7 Kepala Daerah Solo Raya Soal Jateng di Rumah Saja
Sebelumnya diberitakan, Bupati Banyumas Achmad Husein menyatakan siap melaksanakan gerakan 'Jateng di Rumah Saja' yang diinstruksikan Gubernur Ganjar Pranowo. Namun demikian, ada beberapa poin kebijakan Husein yang berbeda dengan apa yang diungkapkan Ganjar tentang gerakan 'Jateng di Rumah Saja'.
Jika Gubernur Ganjar menyatakan pasar akan ditutup, Husein mengungkapkan pendapat yang berbeda. Ia menegaskan pasar tidak akan tutup karena alasan ekonomi. Hal ini pun mendapatkan kritik pedas dari sejumlah elemen masyarakat.
Salah satunya Yoga Sugama, Direktur Eksekutif LSM PIJAR (Pusat Informasi Jaringan Rakyat) adalah salah satu yang angkat bicara. Menurutnya, jika hendak mengimplementasikan kebijakan Gubernur, maka Husein juga harus total, jangan setengah-setengah.
“Nek wani aja wedi-wedi, nek wedi aja wani-wani. Itu baru Wong Banyumas,” kata Yoga dilansir dari Hestek.id, Rabu (3/2/2021).
Ia berargumen, pasar merupakan tempat yang dikunjungi banyak orang. Oleh karenanya, jika akan mengadopsi kebijakan Ganjar, Husein juga harus menutup pasar.
“Sekarang kan Pemkab (Banyumas, red) seperti kurang paham dengan tujuan Jateng di Rumah Saja,” kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Wartawan Diusir Saat Liput Kasus Keracunan MBG di Rembang, PWI Jateng Buka Suara
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal, Kepala Unit BRI Temui Pelaku UMKM
-
Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Pati Meluas, Tiga Sekolah Terdampak
-
Perkuat Investasi Berbasis ESG, DPLK BRI Sabet Kehati ESG Award 2026
-
Korban Keracunan MBG di Pati Kian Bertambah, Jumlah Tembus 259 Orang