SuaraJawaTengah.id - Wilayah Kabupaten Wonogiri memang beberapa tahun belakang menjadi salah satu daerah yang tertinggal di Jawa Tengah. Namun, belakangan para investor mulai melirik, dan membangun industri di Wonogiri.
Warga Wonogiri memang terkenal sebagai perantau di Ibu Kota, hal itu lah yang membuat dearah ini sulit berkembang. Sebab penduduknya memilih bekerja di luar daerah.
Namun, kini harga tanah yang masih murah menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Sejumlah investor kini mulai datang ke Kabupaten Wonogiri.
Dilansir dari Solopos.com, wilayah selatan kabupaten berjuluk Kota Sukses itu bakal menjadi kawasan industri. Pemkab Wonogiri membuka pintu bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di wilayah selatan, terutama industri pertambangan.
Baca Juga: Tak Kalah dari Gibran, Bupati Wonogiri Luncurkan Aduan Halomasjekek
Bahkan, sejumlah perusahaan mulai melirik wilayah Kabupaten Wonogiri selatan untuk mengembangkan usaha. Daerah yang bakal menjadi kawasan industri antara lain Giritontro, Pracimantoro, dan Giriwoyo.
Kepala Desa Pucanganom, Giritontro, Wonogiri, Sukino, mengatakan hingga kini harga tanah di daerahnya yang bakal masuk kawasan industrimasih normal, belum ada kenaikan signifikan. Harga tanah dekat Jalan Lintas Selatan (JLS) masih Rp100.000 hingga Rp200.000 per meter persegi.
Sedangkan tanah di perdesaan atau kawasan hutan berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per meter persegi. "Hingga saat ini harga tanah belum terdampak, masih normal. Ada beberapa yang memang mencari tanah di sini. Carinya tanah itu mencapai tiga hektare hingga lima hektare. Namun belum ada kepastian, baru mencari-cari," katanya di Wonogiri, Minggu (21/3/2021).
Menurut Sukino, pihak yang mencari tanah di desa berasal dari berbagai lembaga, pengembang perumahan, dan yayasan.
"Kalau untuk industri atau perusahaan belum ada yang mencari ke sini. Namun di desa kami sudah industri peternakan babon petarangan, disewakan," katanya.
Baca Juga: Perluas Pangsa Pasar Agritech, EDEN FARM Terima Pendanaan Pra-Seri A
Bisnis Properti
Ia mengatakan harga tanah di desanya sempat naik ketika JLS rampung digarap beberapa tahun lalu. Sebelumnya harga tanah di desanya hanya Rp35.000 hingga Rp50.000 per meter persegi.
Namun setelah JLS selesai digarap, harga tanah di sekitarnya mencapai Rp100.000 hingga Rp200.000 per meter persegi.
"Dimungkinkan jika di sini menjadi kawasan industri harga tanah bisa naik lagi," kata Sukino.
Developer asal Wonogiri, Sugeng Budiyono, mengatakan harga tanah di daerah selatan Wonogiri yang akan jadi kawasan industri masih tergolong murah.
"Saya punya tanah di Pracimantoro. Kalau dekat JLS atau jalan raya harganya Rp300.000 per meter persegi, agak masuk sedikit Rp150.000 per meter persegi. Kalau nanti semakin ramai mungkin bisa naik," katanya, Minggu.
Sebelumnya, wacana Wonogiri bagian selatan menjadi kawasan industri berdampak pada bisnis properti. Developer atau pengembang perumahan menilai prospek bisnis properti cukup bagus jika di daerah sana sudah berdiri sejumlah industri.
Selain itu, adanya Jalan Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Pacitan, Wonogiri, dan Wonosari, Gunung Kidul (Pawonsari) DIY juga menjadi faktor pemicu meningkatnya bisnis properti di Wonogiri selatan. JLS merupakan bagian dari berkembangnya perdagangan di daerah selatan.
Berita Terkait
-
Dasco Sebut DPR Kini Telah Siapkan Formulasi Baru Untuk Bahas Undang-Undang
-
CBDK Mau Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp1 Triliun
-
6 Kuliner Khas Wonogiri yang Bikin Lebaran Makin Spesial Bersama Keluarga
-
Pengumuman! Mulai Besok Bursa Saham RI Tutup Selama 11 Hari
-
Dari Grebeg Syawal Hingga Bodo-Bodo: Intip Tradisi Lebaran Khas Wonogiri
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara