Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 23 Maret 2021 | 16:32 WIB
Warga tidur di dekat makam mbah Siwalan untuk mengungsi pasca penggusuran kampung Cebolok. [Wartajateng.id/Majid]

Mulai Terserang Penyakit

Salah satu warga lainya, Pipi (32) mengatakan kondisi warga saat ini mulai terserang penyakit. Terutama kepada anak-anak balita. Menurutnya, jika ada satu yang terkena flu maka yang lain cepat tertular.

“Karena kondisinya di ruang terbuka seperti ini. Tidur juga berjejer. Paling rentan anak kecil saat satu kena (penyakit flu) yang lain cepat tertular,” ucapnya sambil menggendong anaknya.

Menurut Joko dan Pipi, warga masih berharap kepada pemerintah untuk memenuhi hak – haknya sebagai warga negara. Mereka ingin hak mereka dikembalikan seperti sedia kala.

Baca Juga: Dilempar Batu hingga Molotov, Warga Pancoran Ngaku Diserang Ormas Bayaran

“Ya kalau saya peribadi berharap ingin nertahan di sini sampai kita dikemablikan hak-hak kami itu aja. Warga yang penting kembalikan hak hak kami yang jelas kemarin atas penggusuran sepihak kita lakukan somasi sekali, itu pun pihak pengembang tidak bisa menunjukkan sertifikat yang mereka klaim,” ucapnya.

Load More