SuaraJawaTengah.id - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkap adanya kejanggalan dihentikannya Vaksin Nusantara yang digagas oleh eks Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto.
Menurut Dahlan Iskan ada dua kemungkinan yang menjadi gagalnya Vaksin Nusantara buatan anak negeri gagal diproduksi masal.
Ada kemungkinan peran dari pihak asing yang ingin menggagalkan Indonesia bisa memproduksi vaksin sendiri yaitu Vaksin Nusantara.
"Pertama, Tiongkok segera memproduksi vaksin dendritik, seperti konsep vaksin nusantara. Kalau itu terjadi kita akan gigit jari. kita akan kembali menjadi bangsa konsumen produk luar negeri, seperti mobil listrik," tulis Dahlan Iskan di situs pribadinya disway.id pada (15/3/2021).
"Kedua, mungkin saja pihak Amerika, yang bekerja sama dengan balitbang kemenkes, undip semarang, RSUP Kariadi akan memindahkan vaksin nusantara ke negara lain, tanpa nama nusantara."
Menurut Dahlan Iskan dua prediksi yang ia tulis tersebut sangat mungkin terjadi. Dia sudah mengkhawatirkan sejak awal muncul penelitian Vaksin Nusantara yang mulai dikembangkan di Indonesia.
"Kemungkinan pertama itu sangat besar. Saya ikuti perkembangan terbaru di Shenzhen. Arahnya juga ke sana. Kita sudah tahu betapa cepat tiongkok melegalkan vaksin-vaksin Covid-nya. Kemungkinan kedua juga sangat besar," tulisnya.
Menurutnya, bisa saja pihak Amerika akan memindahkannya penelitian Vaksin Nusantara ini ke Brasil atau India.
"Apalagi mereka sudah punya hasil uji coba fase 1 yang dilakukan di Semarang. Mereka bisa memanfaatkan itu sebagai harta karun, di mata peneliti," tulis Dahlan Iskan.
Baca Juga: Vaksin Nusantara Distop, Ganjar: Kalau Bagus akan Kita Dukung
Penelitian Vaksin Nusantara Dihentikan
Sebelumnya diberitakan proses penelitian Vaksin Nusantara gagasan Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama RSUP Kariadi Semarang dan Universitas Diponegoro dihentikan sementara.
Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan tim peneliti sudah bersurat ke Kemenkes terkait penghentian sementara pengembangan Vaksin Nusantara.
"RS Kariadi sebagai site penelitian yang mengusulkan untuk menunda uji klinis tahap kedua karena akan melengkapi persyaratan dari BPOM," kata Nadia saat dihubungi Suara.com, Selasa (23/3/2021).
Dalam surat yang beredar, penghentian sementara diminta tim peneliti untuk melengkapi dokumen Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengizinkan uji klinis tahap kedua.
Surat itu diteken oleh Plt Direktur Utama RSUP Dr Kariadi Semarang Dodik Tugasworo Pramukarso usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI yang dihadiri pula Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Kepala BPOM Penny K Lukito, dan LBM Eijkman pada 10 Maret lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
7 Fakta Menarik Tentang Karakter Orang Banyumas Menurut Prabowo Subianto
-
Honda Mobilio vs Nissan Grand Livina: 7 Perbedaan Penting Sebelum Memilih
-
7 Mobil Listrik Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
7 Fakta Banjir dan Longsor Mengerikan yang Menghantam Kudus, 1 Korban Tewas!
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim