- Gubernur Ahmad Luthfi memimpin upacara Hardiknas 2026 di SMKN 1 Kedawung, Sragen, untuk menekankan pentingnya pendidikan vokasi pertanian.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong sekolah kejuruan menjadi pusat produksi pangan guna mendukung program strategis Makan Bergizi Gratis.
- Pihak provinsi memberikan apresiasi kepada guru pengabdi serta siswa berprestasi di bidang teknologi dan wirausaha sebagai bentuk penghargaan.
SuaraJawaTengah.id - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah berlangsung dengan nuansa berbeda dan arah kebijakan yang lebih tajam. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memilih tidak menggelar upacara di pusat pemerintahan, melainkan di SMKN 1 Kedawung, Kabupaten Sragen, Sabtu (2/5/2026).
Pemilihan lokasi ini bukan sekadar simbolis, melainkan penegasan visi Ahmad Luthfi untuk menjadikan pendidikan vokasi, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis pertanian, sebagai motor penggerak ketahanan pangan nasional. Gubernur ingin mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menopang kebutuhan mendasar bangsa.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Ahmad Luthfi membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pendidikan sebagai proses memuliakan manusia.
Dalam konteks Jawa Tengah, Luthfi menerjemahkan visi tersebut dengan mendorong sinkronisasi kebijakan pusat dan inovasi daerah yang berfokus pada inklusivitas dan kesejahteraan nyata.
“Output-nya adalah anak-anak yang mampu berinteraksi, beradaptasi, dan siap menjadi masa depan bangsa,” ujar Ahmad Luthfi usai upacara.
SMKN 1 Kedawung dinilai sebagai role model yang tepat. Sekolah ini telah berjalan selaras dengan peta jalan pembangunan Jawa Tengah 2026 yang menargetkan swasembada pangan.
Para siswa tidak hanya berkutat dengan teori di kelas, tetapi terjun langsung dalam praktik pengelolaan kebun dan peternakan modern.
Berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kelengkeng, jeruk, durian, dan jambu berhasil dibudidayakan di lingkungan sekolah. Lebih jauh lagi, hasil bumi dan peternakan karya siswa ini telah dimanfaatkan untuk mendukung program strategis nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini bentuk kemandirian siswa. Saya apresiasi dan berharap terus dikembangkan,” tegas Ahmad Luthfi mengapresiasi kontribusi nyata sekolah tersebut.
Baca Juga: Pemprov Jawa Tengah Siapkan Skema Hemat Energi dari Sepeda untuk ASN hingga WFH
Senada dengan Gubernur, Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman, menyatakan kesiapan sekolahnya menjadi garda terdepan di sektor pangan. Dengan program keahlian mulai dari hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga tata boga, sekolah ini bertransformasi menjadi pusat produksi.
“Kami menyiapkan siswa untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Bahkan sudah berkontribusi menyuplai buah, telur, dan ikan, untuk program MBG,” ungkap Fahmi.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga memberikan apresiasi kepada insan pendidikan berprestasi. Penghargaan Satyalencana Karya Satya diberikan kepada guru PNS dengan masa pengabdian panjang.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada pelajar berprestasi nasional di bidang teknologi digital dan wirausaha sosial, menunjukkan keseimbangan antara keahlian teknis pertanian dan adaptasi teknologi masa kini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar