SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta semua warga, termasuk para pedagang dan pemilik toko untuk berani melaporkan praktik pungutan liar.
Seperti diketahui, putra sulung Presiden Joko Widodo itu baru saja mencopor Lurah Gajahan, Suparno usai kedapatan memintai udang berkedok zakat.
Suparno dianggap menyalahi aturan dengan memberikan tanda tangan persetujuan bagi petugas linmas setempat untuk melakukan pungutan kepada pemilik usaha di kawasan pertokoan wilayah Gajahan.
“Saya turut menyampaikan permintaan maaf atas sikap praktik pungli yang melibatkan oknum lurah setempat [Lurah Gajahan, Pasar Kliwon, Suparno] dan mengimbau agar warga juga berani menolak apabila kelak mendapat perlakuan serupa,” ungkap Gibran lewat akun Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (2/5/2021) dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com.
Gibran kemudian mendatangi satu per satu toko di kawasan pertokoan Gajahan, Solo, guna mengembalikan uang pungli tersebut. Total ada 145 toko dengan total uang pungli yang terkumpul mencapai Rp11,5 juta selama kurun waktu 15 hari.
“Pemilik serta penjaga toko harus berani menolak jika dimintai uang berkedok zakat, karena mengingat hanya Badan Amil Zakat Nasional [Baznas] yang berwenang mengumpulkan,” lanjut Gibran di unggahan akun yang sama.
Gibran menjamin tindakan pungli tidak akan terulang lagi. Ia pun mengajak masyarakat agar jangan takut melapor apabila mengetahui ada tindakan aparat pemerintah yang tidak sesuai prosedur. Aduan bisa disampaikan melalui nomor Whatsapp 0812-2506-7171.
"Lain kali jangan mau ya bu kalau diminta. Laporkan saja dan difoto orang sama suratnya. Keamanan di sini saya yang jamin," ungkap Gibran saat mengembalikan uang pungutan ke warga.
Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo, mengungkapkan inisiatif pungli itu dari petugas linmas untuk menyejahterakan anggota mereka. Setelah rapat, mereka meminta persetujuan lurah.
Baca Juga: Embel-embel THR Linmas, Beredar Surat Pungutan Liar ke Warga Kota Semarang
Lurah sempat dua kali menolak memberikan tanda tangan persetujuan. Namun pada permohonan ketiga Lurah Gajahan luluh dan memberikan tanda tangannnya.
Ari menduga Lurah Gajahan merasa kasihan kepada petugas linmas yang tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) pada Lebaran ini. Terlebih, honor petugas linmas juga tak bisa dibilang besar, kisarannya Rp70.000-Rp75.000 per hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Jangan Cuma Main Medsos! Wakil Ketua DPRD Jateng Ungkap Peran Penting Pemuda Jaga Persatuan Bangsa
-
Rayakan Semangat Sumpah Pemuda, BRI Hadirkan Promo Hemat untuk Kuliner hingga Belanja
-
Di Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat
-
Atlet Silat Event Porprov Jateng Meninggal Dunia: Sempat Cedera di Tengah Kompetisi
-
Dari Medan Perang hingga Turun Padamkan Karhutla: Ini Rekam Jejak Mayjen TNI Sriyanto Pimpin BPGMN