SuaraJawaTengah.id - Tujuh hari setelah lebaran Idul Fitri menjadi hari besar bagi para nelayan di Jepara. Para nelayan memiliki tradisi sedekah laut dengan melarungkan kepala kerbau ke tengah laut.
Prosesi larungan kepala kerbau itu biasanya dipadati masyarakat. Untuk menghindari kerumunan massa, sedekah laut digelar tertutup.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Zamroni Leistiaza, menyebut peserta sedekah laut dan larungan kepala kerbau dibatasi hanya 30 orang. Yaitu dari jajaran pemerintah Jepara, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Biasanya kan, digelar besar-besaran. Tapi tahun ini seperti tahun lalu. Pelaksanaannya terbabatas. Peserta hanya 30 orang saja,” ujar Zamroni, Selasa (18/5/2021).
Saat ini, kata Zamroni, persiapan sedekah laut sudah dilaksanakan. Kerbau yang akan disembelih pun sudah siap.
Bagian tubuh kerbau yang tidak ikut dilarung akan dibagikan kepada masyarakat di Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan pada Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Jepara, Joko Widodo, mengatakan pelaksanaan larungan dilaksanakan terbatas dan tertutup.
Peserta yang mengikuti pun dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kelurahan Ujung Batu.
“Sesuai keputusan pemerintah kan, tertutup. Saat larungan tidak ada kapal besar. Biasanya kan ada banyak kapal,” terang Joko.
Baca Juga: Kumpulan Lagu Lebaran dari Zaman Old Hingga Zaman Now
Kontributor : Fadil AM
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia
-
Awas! 39 Anak di Jateng Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Medsos
-
Mulai Kuliner UMKM hingga Konser KLa Project, Ini Rangkaian Seru HUT ke-81 Jateng
-
BRI Raih Rekor MURI: Selenggarakan Pameran Kredit Kendaraan Serentak Terbanyak
-
Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera