SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 41 orang di Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal positif Covid-19 usai Lebaran. Lingkungan setempat akhirnya di-lockdown untuk mencegah penyebaran.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ari Dwi Cahyani mengatakan, klaster Covid-19 di Desa Kajenengan muncul setelah ada seorang warga yang yang mengalami sakit dan memeriksakan diri ke sebuah klinik di wilayah Kecamatan Moga, Pemalang pada 15 Mei 2021.
"Saat dilakukan rapid test antigen dan PCR ternyata positif Covid-19," kata Ari, Jumat (28/5/2021).
Menindaklanjuti temuan kasus itu, lanjut Ari, petugas Puskesmas Danasari kemudian melakukan tracing kontak erat sebanyak empat orang pada 17 Mei 2021. Tiga di antaranya merupakan pemudik yang pulang dari Jakarta.
"Pas dites PCR semuanya positif Covid-19, termasuk tiga orang pemudik itu juga positif. Nah semua kontak eratnya kemudian ditracing lagi hasilnya nambah jadi 11 orang positif. Terus dikembangkan lagi, tracing lagi, nambah jadi 41 orang," jelas Ari.
Menurut Ari, seluruh warga yang positif tersebut masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing karena mayoritas tidak mengalami gejala.
"Dari 41 orang, 28 orang berada di satu RT. Sisanya beda RT tapi masih satu dukuh, tinggalnya berdekatan," ungkap Ari.
Ari menengarai tingginya interaksi antarwarga saat Lebaran membuat penyebaran kasus Covid-19 di wilayah tersebut berlangsung cepat.
"Saat Lebaran banyak interaksi, saling berkunjung, silaturahmi. Itu yang mungkin membuat penyebarannya jadi cepat," ujarnya.
Baca Juga: Mengerikan! Kasus Covid-19 Pasca Libur Panjang di Bogor Mulai Bermunculan
Camat Bojong Iwan Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah mendatangi dua RT yang banyak terdapat warga positif Covid-19 di Desa Kajenengan. "Warga yang positif rumahnya berada di dua RT satu RW," katanya, Jumat (28/5/2021).
Menurut dia, lingkungan tersebut diberlakukan lockdown atau isolasi tingkat RW selama 14 hari untuk mencegah penyebaran kasus.
"Itu statusnya pembatasan tingkat RW. Utamanya di dua RT itu diawasi petugas dan lingkungan. Orang yang masuk diseleksi. Kalau yang tidak penting ya tidak usah. Warga yang positif kita isolasi ketat di rumah. Kita berikan sembako juga untuk membantu isolasinya," ujarnya.
Iwan mengatakan, warga yang positif sebenarnya sudah diupayakan untuk dikarantina di satu lokasi, namun menolak.
"Banyak warga yang keberatan saat akan dilakukan karantina massal, sehingga kita bolehkan isolasi mandiri tapi protokol kesehatannya harus ketat," tandas Iwan.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan