SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau pada seluruh pemda di wilayahnya untuk meningkatkan testing. Hal ini, menyusul ledakan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus.
Gubernur Ganjar meminta agar Pemda tidak takut dengan hasil testing, melainkan sebagai upaya preventif untuk mencegah penularan COVID-19 yang lebih banyak.
“Saya minta untuk dilakukan testing dan tracing lebih banyak. Ini tidak hanya untuk Kudus, berlaku untuk seluruh Jawa Tengah agar kita siaga. Tingkatkan testing, sekali lagi, tingkatkan testing!,” ucap Ganjar, Jumat (4/6/2021).
Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, dengan ditingkatkannya testing dan tracing maka lebih mudah menemukan transmisi dari virus corona dan dapat segera dicegah sebelum menyebar lebih banyak.
“Kalau testingnya bisa meningkat, tracingnya bisa meningkat kita akan tau darimana ini berada, darimana ini berasal,” katanya.
Ganjar juga meminta agar Pemda tak perlu takut jika hasil dari peningkatan testing juga berdampak pada meningkatnya jumlah kasus COVID-19. Semakin cepat dilakukan, kata Ganjar, semakin cepat pula mengetahui kondisi COVID-19 di daerah itu.
“Karena dengan makin banyak testing, makin banyak tracing, harapan kita, kita tau persis kondisi di daerah kita. Itu yang kita coba lakukan,” tegasnya.
Terlepas dari itu, Ganjar memohon bantuan dari msyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Terutama menggunakan masker dan tidak berkerumun.
“Saya masih berharap dan meminta, memohon kepada masyarakat agar memberikan dukungan. tidak berkerumun, pakai masker. Maskerlah yang paling utama sebenarnya. Terus kemudian aware peduli, ya kalau (harus) jaga jarak,” katanya.
Baca Juga: Tambah 906 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 432.799 Orang
Terkait dengan ledakan kasus di Kudus, Ganjar juga mengaku telah memperhatikan ramainya cerita soal pemulasaraan jenazah yang disebut-sebut antre panjang akibat kurangnya tenaga.
“Terima kasih juga dari Muhammadiyah membantu, dari NU membantu, dari ormas membantu. TNI Polri membantu, sehingga timnya kita tambahi SDM,” katanya.
Ganjar juga menyampaikan terima kasih pada Pemkot Semarang yang turut membantu dengan ambulan-ambulansnya untuk Kabupaten Kudus. Ganjar berharap, hal ini jadi contoh gotong royong yang baik dalam hal penanganan COVID-19.
“Saya dengar pemkot semarang juga menyiapkan ambulan-ambulannya sehingga jemput bola dan bisa membantu semuanya. Ini contoh yang menurut saya bagus untuk kita bisa bekerja sama,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti
-
Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun
-
Hari Santri, PKB Jateng Perkuat Gerakan Sosial hingga Dorong UMKM Naik Kelas
-
Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam