Faktor utama sebaran Covid-19 meninggi di Kudus dikatakan Bupati disebabkan tradisi silaturahmi saat hari raya Idulfitri.
"Faktor yang paling signifikan itu yakni anjang sana (silaturahmi) saat Lebaran. Karena di situ, mereka banyak berkunjung, lalu nyemil, minum atau makan bareng sambil mengobrol pada jarak yang sangat dekat. Sehingga droplet mudah menyebar," bebernya.
Budaya Ketupat
Selain itu, masyarakat Kudus memiliki tradisi hari raya Kupatan pasca tujuh hari Idulfitri.
Di mana pada masa itu, dipergunakan masyarakat untuk berpelesir ke destinasi wisata, baik objek wisata di Kudus maupun di daerah luar.
"Pada hari raya Ketupat banyak warga yang rekreasi. Sebenarnya, objek wisata di Kudus sudah kita batasi, bahkan ada yang kita tutup. Artinya kita sudah sekat dan antisipasi. Namun objek wisata di daerah lain di luar Kudus kan banyak yang buka seperti di Jepara dan Rembang, akhirnya pada lari ke sana. Itu juga menjadi faktor juga untuk lonjakan ini," imbuh Hartopo.
Masih Ditemukan Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan (Prokes)
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan masih ditemukan warga yang tak patuh prokes saat gerakan Kudus di Rumah Saja.
"Kita memberikan imbauan kepada warga masyarakat untuk dirumah saja dan mematuhi Protokol Kesehatan 5M. Selain imbauan, kami juga menggelar Operasi Yustisi penegakan disiplin Prokes disejumlah lokasi. Hasilnya, masih ada warga masyarakat yang belum patuh menggunakan masker,” ucap AKBP Aditya Surya Dharma.
Baca Juga: Tambah 755 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 437.087 Orang
Diduga Limbah Medis Berserakan di Kawasan Alun alun Kudus
Diduga limbah medis berserakan di jembatan penyeberangan orang (JPO) Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Senin (7/6/2021). Berupa limbah rapid tes dan alat suntik.
"Itu kan harusnya pake petugas kesehatan lingkungan (Kesling). Limbah medis itu biasanya ditangani penyedia jasa yang menangani untuk memusnahkan. Sampah medis ada tempatnya sendiri, plastik kuning itu kan. Jadi tidak sembarangan untuk pengemasannya. Termasuk bekas tes swab antigen," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nasiban.
Kontributor : Fadil AM
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight