- Pertamina Patra Niaga RJBT mengirim 30 personel operasional ke wilayah terdampak bencana pada 30 November 2025.
- Personel tersebut bertugas memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Aceh, Sumut, dan Sumbar berjalan lancar.
- Mitigasi dilakukan dengan penambahan stok BBM, modularisasi tangki, dan koordinasi dengan TNI AL sebagai opsi darurat.
SuaraJawaTengah.id - Dalam upaya menjaga kelancaran suplai energi bagi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) memberangkatkan 29 Awak Mobil Tangki (AMT) dan 1 orang Supervisor AMT sebagai bentuk dukungan operasional lintas wilayah.
Keberangkatan ini resmi dilakukan pada Minggu (30/11), sebagai langkah percepatan pemulihan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut.
Para AMT yang dikirim merupakan tenaga operasional berpengalaman yang bertugas memastikan penyaluran BBM dari titik-titik suplai ke lokasi tujuan berjalan aman dan lancar.
Sementara itu, satu orang Supervisor ditugaskan untuk memastikan koordinasi, keselamatan, serta standar operasional penyaluran tetap terpenuhi selama proses distribusi berlangsung.
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jateng DIY Taufiq Kurniawan menjamin, pengiriman AMT tersebut tidak akan mengganggu distribusi di wilayahnya.
“Kami jamin pasokan BBM dan LPG aman, sudah diperkirakan tidak akan terganggu dengan pemberangkatan AMT ke Sumatera tersebut. Harapannya ini akan mempercepat pemulihan aktivitas, penyelamatan korban dan membuka jalur yang terisolir,” ujar Taufiq
Taufiq melanjutkan, pihaknya juga melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu jalur distribusi. Upaya yang dilakukan antara lain:
- Mempertebal stok BBM sejak H-14 di SPBU 10-15% dibanding normal harian, serta menambah stok LPG di agen dan pangkalan 5% lebih banyak untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman.
- Penambahan tangki dan modular di SPBU eksisting, khususnya di wilayah remote area dan kepulauan kecil yang rawan terisolasi akibat cuaca ekstrem.
- Komunikasi intensif dengan Pemerintah Daerah setempat untuk koordinasi pengamanan suplai dan mitigasi potensi hambatan selama periode cuaca ekstrem.
- Kerja sama dengan Kapal Republik Indonesian (KRI) milik TNI AL sebagai opsi perbantuan moda angkutan BBM dan LPG apabila jalur distribusi darat atau laut terdampak kondisi cuaca ekstrem.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan suplai energi nasional, terutama pada situasi bencana dan cuaca ekstrem yang membutuhkan respons cepat dan terukur. Dukungan lintas sektoral dan langkah mitigasi ini diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan energi secara aman, lancar, dan berkelanjutan,” pungkas Taufiq
Baca Juga: 6 SPBU Pantura Semarang Terendam Banjir, Pertamina Jamin Stok BBM Aman
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City