SuaraJawaTengah.id - Ardyan Dhimas Pratama (17) menjadi satu-satunya pemuda pembuatan sepeda Penny Farthing di Kota Semarang. Sepeda buatannya itu sekarang diburu orang dari berbagai negara hingga Italia dan Spanyol.
Dhimas saat ini tinggal di Perumahan Sedayu Cluster No 11 Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk bersama keluarganya.
Jika dilihat, sepeda buatannya memang tergolong unik, ban depan terlihat lebih besar dibandingkan dengan ukuran ban pada umumnya. Keunikan itu membuat sepeda buatannya diburu banyak orang.
"Selain ke Eropa, pembeli juga ada yang dari Jogja, Medan, Gorontalo, Bandung, Surabaya, dan Jakarta," jelasnya daat ditemui di rumahnya Jumat (11/6/2021).
Sepeda buatannya ini mulai ukuran 40 inchi dengan tinggi roda 102 sentimeter, kemudian ukuran 44 inchi dengan tinggi roda 112 sentimeter dan ukuran 48 inchi dengan tinggi roda 122 sentimeter. Ada pula ukuran 62 inchi, dengan tinggi roda 160 sentimeter.
“Tapi, rata-rata konsumen memesan dengan ukuran 40 inchi sampai 48 inchi,” ujarnya.
Untuk harga sepeda buatannya dibandrol mulai Rp 10 juta hingga Rp 40 juta tergantung kualitasnya. Yang membedakan dengan made in luar negeri adalah sepeda tersebut dibuat seperti barang lama, tetapi sebenarnya dibuat baru.
“Untuk ragangan sepeda dibiarkan tanpa dicat, sehingga warnanya terlihat kusam dan mbladus. Padahal sepeda itu pembuatannya baru, tetapi tanpa dicat, sehingga terlihat koleksi lama. Sedangkan sepeda baru Penny Fathing itu dicat dengan warna yang mencolok,” ungkapnya.
Selain ukurannya yang besar, roda belakang dan depan sepeda ini tanpa menggunakan ban angin. Sehingga roda tersebut tidak perlu dipompa. Sedangkan remnya hanya depan saja, yang dilapisi dengan kulit.
Baca Juga: Viral Pemotor Temukan Bungkusan Misterius di Jalan, Pas Dibuka Isinya Bikin Curiga
"Sehingga ketika ditarik remnya, roda akan melambat, dan berhenti," ucapnya.
Sekali produksi biasanya dia menghabiskan beberapa bulan untuk memproduksi satu sepeda. Menurutnya bagian yang paling sulit adalah ketika pemasangan ban ke pelek.
"Peleknya kan cukup besar ya, jadi bannya harus benar-benar rapat," imbuhnya.
Dalam satu bulan biasanya dia bisa mendapatkan omzet hingga puluhan juta dari produksi sepeda Penny Farthing. Rata-rata yang membeli sepeda kepada harus bayar DP 50 persen lebih dulu.
"Dalam satu bulan omzetnya bisa sampai Rp60 juta, " ujarnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Semen Gresik Maknai Hari Kartini dengan Mendorong Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan
-
Semangat Hari Kartini, BRI Perkuat Pemberdayaan Perempuan untuk Ekonomi Inklusif
-
Dorong Bisnis Berkelanjutan, BRI Terapkan Praktik ESG dalam Strategi Operasional
-
BRI Raih Tiga Penghargaan di Infobank 500 Women 2026, Tegaskan Kepemimpinan Perempuan
-
Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang