SuaraJawaTengah.id - Jumlah warga yang terpapar virus Covid-19 di Kabupaten Banyumas tiap harinya terus bertambah. Hal ini kemudian yang menjadi alasan Pemkab Banyumas kembali menyewa Hotel Rosenda dan Wisma Wijayakusuma Baturraden untuk lokasi karantina pasien Covid-19.
Sebelumnya, pemkab juga pernah menyewa hotel ini pada Bulan November tahun lalu karena meledaknya kasus warga yang terpapar Covid-19 di wilayah Banyumas.
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menjelaskan, langkah ini terpaksa diambil karena hingga Sabtu (19/6/2021), Balai Diklat dan Wisma Slamet Baturraden yang dijadikan tempat karantina bagi warga yang terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala sudah penuh.
"Karena Balai Diklat yang digunakan untuk rumah karantina dengan kapasitas 90 tempat tidur dan Pondok Slamet 60 dengan kapasitas tempat tidur sudah terisi," katanya saat meninjau hotel di Hotel Rosenda, Baturraden, Sabtu (19/6/2021) petang.
Menurutnya Hotel Rosenda yang disewa ini berkapasitas 300 tempat tidur. Sedangkan Wisma Wijayakusuma hanya berkapasitas 60 tempat tidur. Meski mengambil langkah antisipasi ini, ia berharap lokasi karantina ini tidak terisi oleh pasien Covid-19.
Sementara itu, Kepala BPBD Banyumas Titik Puji Astuti membedakan lokasi karantina bagi pasien Covid-19 yang memiliki riwayat perjalanan dari Kabupaten Jepara, Kudus dan Pati. Hal ini tentu sebagai langkah pencegahan adanya temuan Varian Delta di kabupaten tersebut.
"Untuk Pondok Slamet diperuntukkan bagi warga yang terkonfirmasi Covid-19 setelah ada riwayat kontak dari Jepara, Kudus, dan Pati. Sedang tempat karantina lainnya diperuntukan bagi yang warga terpapar Covid-19 karena transmisi lokal," jelasnya.
Selain menyewa hotel, BPBD Banyumas juga akan kembali mengaktifkan tempat karantina desa. Untuk karantina desa diperuntukkan bagi warga desa setempat yang terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala.
Meningkatnya jumlah warga Kabupaten Banyumas yang terpapar Covid-19 dalam beberapa waktu ini, menjadi alasan Titik membentuk 10 tim penyemprotan disinfektan, dan tiga tim pemakaman.
Baca Juga: Keren! Ganjar Temukan Bidan Puskesmas Jadi Penggerak Vaksinasi di Banyumas
Bukan tanpa alasan, pasalnya dari data sementara di Bulan Juni ini saja, hingga Sabtu (19/6/2021) sudah 50 orang dinyatakan meninggal dunia karena terpapar Covid-19.
"Kami berharap warga untuk mengetatkan protokol kesehatan dan tidak lalai," tandasnya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Cari Kerja Tanpa Orang Dalam? Pemprov Jateng Buka 3.000 Lowongan di Job Fair MTQ Nasional
-
Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Pusat Ibadah Dunia, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Baru Ini
-
Resmi! UEA Tanam Modal di Jepara, Gubernur Ahmad Luthfi Gercep Kawal Proyek Mini Refinery Rp5 T
-
Ahmad Luthfi Minta Pembenahan PRPP Jadi Prioritas, Libatkan Bupati dan Wali Kota
-
Hadirkan Web Series Penghuni Rumah Warisan Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Unlimited 5G