SuaraJawaTengah.id - Kabar duka datang dari keluarga besar KONI Jateng.
Ketua Umum mereka, Brigjen TNI (Purn) Subroto meninggal dunia di RS DKT Salatiga, Minggu (27/6/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kabar duka itu datang di tengah persiapan kontingen Jawa Tengah menuju PON XX di Papua, Oktober mendatang.
Dilansir Ayosemarang.com--jaringan Suara.com, Sekum KONI Jateng Heny Setyawati menyebutkan, semalam jenazah langsung dimakamkan di Osa Maliki Salatiga.
Adapun alamat duka Taman Kradenan Asri B4A RT 002/011, Kel. Sukorejo, Kec. Gunungpati, Kota Semarang.
Subroto menjabat sebagai ketua KONI setelah terpilih pada Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Jateng di Semarang, 28 November 2017. Masa jabatannya akan berakahir pada November 2021 ini.
Subroto masih berkomunikasi melalui WhatsApp Pimpinan KONI mendiskusikan pelaksanaan Pelatda PON Papua, beberapa jam menjelang saat-saat terakhirnya.
Dari ruang ICU Rumah Sakit DKT Kota Salatiga, Minggu 27 Juni sekitar jam 14.30 dia masih mem-forward percakapannya dengan Kerpala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Sinoeng Rahmadi mengenai koordinasi pelaksanaan Pelatda.
Malamnya, sekitar pukul 21.00, keluarganya mengabarkan kepada Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Bona Ventura Sulistiana bahwa Subroto telah meninggal dunia. Tepat 96 hari menjelang pelaksanaan PON XX.
Menurut Sekretaris Umum KONI Jateng, Heny Setiawati, sebelum dirawat di Salatiga, beberapa pekan Subroto sudah sering mengeluhkan sakitnya. Pria kelahiran Kendal 22 Februari 1959 itu juga sempat menjalani kateter dan CT-scan, karena terdapat keluhan padfa jantungnya.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Hibah, Dua Pengurus KONI Pesisir Selatan Ditangkap
“Beliau masih sering ngantor di kompleks Jatidiri, Karangrejo. Itu sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam penyiapan kontingen PON. Dalam chating-chating terakhir dengan sejumlah unsur pimpinan, beliau sempat menitipkan agar kami berbagi tugas,” tutur Heny.
“Kami sangat kehilangan. Kebersamaan selama tiga tahun ini telah merekatkan banyak hal,” tutur Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama, Amir Machmud NS.
Sedangkan Sudarsono, Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan menilai almarhum sebagai orang yang hidupnya sudah menyatu dengan dunia olahraga.
Subroto lahir di Kendal, 22 Februari 1959
Beliau meninggalkan seorang istri, Retno Yulianti, B.A., tiga anak Kapten CHK Fandy Irawan, S.H., dr. Ahmad Agus Salim, Fany Puspitasari, S.E, serta lima orang cucu.
Jabatan terakhir: Karo Hukum, Persidangan, dan Hublem Kemenko Polhukam 2016.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Jelang EPA U-19, Kendal Tornado FC Youth Simulasi Jadwal Kompetisi
-
Kecelakaan Maut di Blora! Truk Rem Blong Tabrak 5 Motor, Satu Orang Tewas
-
Horor di Tol Semarang-Solo! Tronton Diduga Rem Blong Hantam 2 Truk, 1 Tewas di Tempat
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir