SuaraJawaTengah.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat berdampak pada dunia usaha. Kebijakan tersebut tentu saja akan semakin memperburuk keadaan ekonomi.
Pengusaha pasti akan semakin mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi anjloknya ekonomi imbas dari PPKM Darurat ini.
Menanggapi kebijakan itu, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Tengah menilai pemberlakukan PPKM Darurat ibarat “obat pahit” yang harus diminum meski menimbulkan efek besar bagi perekonomian, khusus sektor usaha kecil dan menengah.
Ketua KADIN Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono, PPKM Darurat adalah obat pahit yang harus diminum untuk menyembuhkan penyakit sehingga tentunya kita yang menderita harus meminumnya untuk cepat sembuh.
“PPKM darurat itu saya menganggapnya itu jamu, obat pahit yang jadi obat penyakit kita. Jadi kalau kita ingin sembuh, mau tidak mau, harus dipaksa meminumnya. Ini harus kita terima dengan lapang dada kalau mau cepat sehat,” ungkap Kukrit dari keterangan tertulis yang diterima Suarajawatengah.id, Jumat (2/7/2021).
Kukrit tak menampik bila kalangan pengusaha dan industri kelas atas dapat sepakat menerima PPKM darurat karena justru ingin percepatan pemulihan dari pandemi sehingga ekonomi mereka berjalan normal kembali.
Namun sebaliknya, di sektor kelas menengah ke bawah pastinya akan menjerit karena harus memutar otak kembali untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Disini kita harus obyektif melihatnya, yang kelas atas seperti kami-kami yang di KADIN ini pastinya dapat menerima karena ingin cepat pulih usahanya. Kesehatan yang terpenting. Tapi kita lihat yang di bawah sana, pastinya menjerit karena bingung untuk hidup kesehariannya dari mana. Mereka pastinya menjadikan kesehatan itu nomer dua,” terang Kukrit.
Untuk itu, Kukrit berharap para pengusaha kelas atas di Jawa Tengah ikut bergerak mendukung Pemerintah dengan melakukan aksi sosial kepada masyarakat selama masa PPKM darurat. Kukrit pun menganggap Pemerintah dari Pusat hingga daerah sudah berupaya maksimal berjuang menangani pandemi covid-19.
Baca Juga: Suasana Hari Pertama PPKM Darurat di Jakarta
“Jadi sekarang yang terpenting kita harus bergerak bersama. Dukung penuh Pemerintah, kasihan, sudah berupaya maksimal untuk lepas dari pandemi. Ayo kita bantu masyarakat, aksi sosial sebanyak-banyaknya untuk warga yang terdampak dan membutuhkan,”ujar Kukrit.
Aturan PPKM Darurat
Dalam lampiran Juklak PPKM Mikro Darurat, diatur bahwa 100% Work from Home untuk sektor non essential. Untuk sektor essential diberlakukan 50% maksimum staf Work from Office (WFO) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf WFO dengan protokol kesehatan.
Adapun cakupan sektor essential adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.
Sementara cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.
Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen); untuk apotik dan
toko obat bisa buka full selama 24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah