SuaraJawaTengah.id - Jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Kudus, yang masuk kategori zona merah semakin berkurang.
Sebelumnya puluhan desa masuk zona merah, kini berkurang menjadi delapan desa menyusul semakin tingginya kesadaran masyarakat mematuhi prokes demi menekan penyebaran Covid-19.
"Desa yang masuk kategori zona merah tersebar di tiga kecamatan dengan jumlah desa di masing-masing kecamatan bervariasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo di Kudus, Rabu (7/7/2021).
Ia mencatat dari ketiga kecamatan, terbanyak di Kecamatan Kota ada tiga desa zona merah, kemudian disusul Kecamatan Dawe terdapat dua desa zona merah, dan Kecamatan Gebog dan Jekulo masing-masing terdapat satu desa zona merah.
Pertengahan Juni 2021, jumlah desa zona merah tercatat mencapai 84 desa yang tersebar di sembilan kecamatan.
Sementara saat ini jumlah desa zona hijau ada empat desa, yakni di Kecamatan Undaan terdapat tiga desa dan Kecamatan Kota ada satu desa. Sedangkan zona kuning tercatat ada tujuh desa tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Undaan, Kaliwungu dan Dawe. Sementara zona oranye terdapat di 102 desa.
Penerapan PPKM darurat diharapkan juga dioptimalkan untuk menekan angka kasus Covid-19.
Menurut Badai desa yang masuk kategori zona merah ataupun zona hijau didasarkan 14 kriteria, salah satunya terkait tinggi rendahnya temuan kasus Covid-19.
"Pemerintah desa yang mampu merangkul semua warganya untuk disiplin menerapkan prokes, termasuk bagi yang terpapar diisolasi terpusat untuk mencegah penularan terhadap keluarganya. Desa juga dituntut mampu menurunkan angka kesakitan untuk bisa keluar dari zona merah menuju zona aman," ujarnya.
Warganya, kata dia, juga harus mendukung upaya pemerintah desa agar berstatus menjadi zona aman dari penularan Covid-19.
Sumber: ANTARA
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar
-
Sumur Minyak Rakyat Belum Jadi PAD, Blora Desak BPE Lebih Agresif Cari Investor