- Pemerintah Kabupaten Blora mencari skema agar pengelolaan sumur minyak rakyat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah.
- Blora Patra Energi menghadapi kendala investor dan regulasi pusat dalam mengoptimalkan sumur minyak rakyat yang terverifikasi.
- Pemerintah Kabupaten Blora berencana melakukan studi tiru tata kelola ke Kabupaten Musi Banyuasin dan berkonsultasi dengan Pertamina.
SuaraJawaTengah.id - Potensi sumur minyak rakyat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Pemerintah Kabupaten Blora kini mencari skema agar aktivitas pengelolaan minyak rakyat tidak hanya berlangsung di wilayahnya, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Persoalan tersebut kini menjadi perhatian Pemkab Blora karena sejumlah titik sumur minyak rakyat yang telah diverifikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum dapat dikelola secara maksimal.
Komisaris Utama BUMD Blora Patra Energi (BPE) sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Blora, Dasiran, mengatakan pemerintah daerah masih mencari formulasi yang tepat agar pengelolaan sumur minyak rakyat dapat memberikan manfaat langsung bagi daerah.
“Daerah perlu memiliki formulasi yang tepat agar aktivitas pengelolaan sumur minyak rakyat tidak hanya berlangsung di wilayah Blora, tetapi juga memberikan manfaat bagi daerah,” kata Dasiran di Blora, Sabtu.
Pemkab Blora mendorong BPE untuk berkonsultasi dengan Kementerian ESDM guna memastikan skema pengelolaan yang memungkinkan kontribusi dari aktivitas sumur minyak rakyat masuk ke daerah secara sah sesuai regulasi.
Selain aspek regulasi, BPE juga diminta lebih aktif menjajaki peluang investasi untuk mengoptimalkan sumur-sumur yang telah diverifikasi.
Potensi Ada, Pengelolaan Belum Optimal
Dasiran mengakui upaya mengoptimalkan sumur minyak rakyat masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.
BPE hingga kini belum dapat mengoperasikan secara maksimal titik-titik sumur minyak rakyat yang telah diverifikasi Kementerian ESDM.
Baca Juga: Sudah Jadi Cagar Budaya, Eks Stasiun Banjarnegara Dibongkar, KAI Segera Turun Cek Kondisi
“Kendala di lapangan masih banyak. Ini bukan hanya BPE, tetapi juga dihadapi entitas usaha lainnya. Sehingga belum bisa optimal,” ujarnya.
Kendala tersebut antara lain berkaitan dengan investor yang akan mengelola titik sumur serta kebutuhan reparasi terhadap sejumlah sumur yang telah diverifikasi.
Artinya, persoalan pengelolaan minyak rakyat di Blora bukan hanya mengenai keberadaan sumber daya minyak, tetapi juga kesiapan tata kelola dan modal untuk mengoperasikan sumur secara optimal.
BPE juga masih menunggu kebijakan dan rekomendasi dari PT Pertamina maupun Kementerian ESDM terkait mekanisme pengelolaan sumur minyak rakyat.
Salah satu persoalan yang disebut menjadi kendala adalah batas maksimal pengiriman yang mencapai tiga bulan.
“Batas maksimal pengiriman itu tiga bulan. Ini yang juga menjadi kendala,” kata Dasiran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang
-
Genjot Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 M untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik