SuaraJawaTengah.id - Struktur batuan purba di situs Watu Kelir, Desa Seboro, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen diperkirakan berumur 120 juta tahun. Bersejarah sekaligus kental cerita mistis.
Pada situs batuan purba di Dusun Ulosari, Desa Seboro ini terdapat dinding batu horizontal yang memanjang puluhan meter. Dari bentuk dinding batu itu kemudian nama Watu Kelir kelir diambil.
Kelir dalam bahasa Jawa berarti layar. Pada pergelaran wayang kulit, kain putih bisanya dibentangkan sebagai kelir yang memisahkan dalang dan penonton sekaligus sebagai media pertunjukan.
Warga sekitar bercerita, dulu di lokasi Watu Kelir sering terdengar tabuhan gamalen seperti sedang digelar pertunjukan wayang kulit. Sumber suara gamelan diduga dari kumpulan batuan bertekstur bulat-bulat mirip kenong.
Ada warga yang meyakini, Watu Kelir merupakan satu set utuh panggung pertunjukan wayang kulit. Lengkap dengan wiyaga ‘mahluk tak kasat mata’ yang bertugas menabuh gamelan.
“Dulu di tempat ini sering sekali terdengar suara gamelan. Tapi yang biasa mendengar itu orang jauh. Warga sini malah tidak dengar,” kata Slamet (45 tahun) warga Dusun Ulosari.
Di kampung sebelah, di Dusun Jengis, Desa Seboro terdapat watu gong yang melengkapi perangkat gamelan. Dari batu bulat ini konon juga sering terdengar suara gong.
Beberapa orang yang mengaku pernah mendengar suara dari lokasi Watu Kelir, tidak spesifik menjelaskannya sebagai suara gamelan. Ada yang mendengarnya sebagai suara klotekan (nada tak beraturan), atau sayup suara tangis yang memilukan.
“Cerita simbah dulu, disini ada pertunjukan wayang dari makhluk ‘alam lain’. Tapi karena terdengar dan dipergoki manusia, makhluk tersebut pindah tempat. Kelir yang masih terpasang, tertinggal. Tapi ya tidak tahu sesungghunya seperti apa. Itu kan cerita simbah-simbah dulu,” ujar Slamet.
Baca Juga: Promosi Keindahan Wisata Kebumen, Pedalpedia 2021 Diikuti 100 Pesepeda
Berada di tepi Kali Muncar yang diapit pohon-pohon tinggi, suasana di Watu Kelir mendukung cerita mistis tersebut. Kali Muncar di saat musim kering seperti saat ini nyaris tidak dialiri air.
Slamet menjelaskan, jika debit air sungai sedang tinggi bayangan alirannya membentuk gambar bergerak di dinding batu. Persis bayangan wayang kulit pada kelir.
Pusat Penelitian Geologi
Terlepas dari cerita mistis, Watu Kilir merupakan bagian dari kawasan penelitian geologi Balai Informasi Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI, Karangsambung, Kebumen.
Berdasarkan penelitian, Watu Kelir yang berupa batu rijang merah dulu adalah dasar samudra sekitar 117-120 juta tahun lalu. Proses geologi menyebabkan batuan landas benua tersebut patah dan terangkat ke permukaan.
Proses itu yang menyebabkan jenis batuan di lokasi ini diklaim yang terlengkap di Indonesia. Beraneka batuan purba dapat ditemui di situs geologi Watu Kelir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Stefan Keeltjes Masuk Nominasi Best Coach Pegadaian Championship 2025/2026
-
Korban Skandal Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati Tak Perlu Takut, Ombudsman dan LPSK Jamin Perlindungan
-
El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan
-
Sayangkan Penanganan yang Lambat, Komnas HAM Dorong Kiai Cabul Ndholo Kusumo Dihukum Berat
-
Ulah Bejat Kiai Cabul, Ponpes Ndholo Kusumo Ditutup! Ratusan Santri Harus Pindah