Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 28 Juli 2021 | 07:27 WIB
Ilustrasi Isolasi Mandiri atau isoman (Shutterstock)
Kurir PesanSayuran.com mengirimkan belanjaan ke pelanggan. Kurir wajib memahami prokes mengirim barang kepada orang yang sedang menjalani isolasi mandiri. (Dok. PesanSayuran.com). 

Khusus untuk pelanggan yang sedang melakukan isolasi mandiri, PesanSayuran.com memberikan bonus vitamin. Kurir yang mengirim sayuran juga mendapat pelatihan khusus melayani pelanggan yang sedang menjalani isolasi.

Kurir wajib memahami standar (prokes) bertemu dengan pasien isolasi mandiri. Misal terdapat orang sakit atau bergejala di dalam rumah, kurir hanya bisa mengatar belanjaan di luar rumah.

Kantong belanja akan diletakkan di pagar rumah dan pembayaran hanya melalui transfer. Saat melakukan pemesanan barang via WhatsApp, admin PesanSayur.com akan mengonfirmasi status kesehatan pelanggan.

Admin kemudian merekap jenis barang dan mengelompokkan pelanggan sesuai kondisi kesehatannya. Selain mendapat alamat kiriman, kurir nantinya juga menerima informasi soal status kesehatan pelanggan.

Baca Juga: Wajah Merakyat Dewan hanya Basa-basi saat Kampanye, Giliran Isoman di Hotel Berbintang

“Kalau pelanggan sehat atau sedang sakit, kami ada prosedurnya sendiri. Jadi teknis pengirimannya beda-beda. Pelanggan perlu kami segmentasikan, itu mengapa pengiriman harus pakai kurir kami sendiri,” kata Zakiy.

Zakiy memperkirakan, kebiasaan berbelanja masyarakat akan berubah selama dan setelah pandemi Covid. Selama pelaksanaan PPKM Darurat, jumlah pelanggan PesanSayuran.com naik 60-70 persen.

“Satu bulan ini meningkat drastis. Masuk di sekitar puluhan pembeli setiap hari. Terutama di akhir pekan. Saya kira ini bukan hanya momentum Covid, tapi memang ada perubahan cara kita beraktifitas.”

Menurut Zakiy, pola hidup new normal akan terjadi di semua sektor, bukan hanya di bidang jasa pengiriman. Perubahan prilaku selama pandemi kemungkinan besar akan mengubah tren gaya hidup.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Baca Juga: 2.626 Pasien di Kabupaten Malang Isolasi Mandiri, Didominasi Usia Produktif

Load More