SuaraJawaTengah.id - Penjual batu nisan di Kota Semarang ketika pandemi saat ini laris manis. Dalam sehari 50 batu nisan bisa habis terbeli.
Saking larisnya, penjual batu nisan di Semarang sampai menolak pesanan pembeli karena tak kuat memenuhi jumlah pesanan batu nisan oleh pelanggan.
Pembuat batu nisan asal Semarang, Dewa (30) mengatakan, selama pandemi gelombang dua ini omzet penjualan batu nisan di tokonya meningkat signifikan. Paling sedikit, dia menjual 50 batu nisan saben hari.
"Omzetnya meningkat drastis," jelasnya saat ditemui Suarajawatengah.id di komplek pemakaman Berguto, Kota Semarang, Selasa (3/8/2021).
Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, jumlah penjualannya berbeda jauh. Dia mengibaratkan pandemi gelombang kedua ini dia seperti ketiban durian karena jumlah pemesan batu nisan yang datang ke tokonya naik secara drastis.
"Kalau dibandingkan dengan sebelum pandemi, penjualan batu nisan di tokonya naik sekitar 500 persen," katanya.
Dalam satu hari saja, warga yang memesan batu nisan kepadanya bisa sampai 50 orang. Sebelum pandemi, dalam satu hari biasanya paling banyak sekitar 10-15 batu nisan yang terbeli.
"Kalau dibanding dengan pandemi gelombang pertama, banyakan sekarang," katanya.
Sekali membuat batu nisan, dia bisa menghabiskan waktu selama 15 menit. Dia mengaku banyaknya pesanan sempat mmembuatnya kelimpungan. Tak jarng juga, dia terpaksa menolak pesanan lantaran stock habis.
Baca Juga: Fakta Menarik Sumbangan Rp2 Triliun Dari Akidi Tio Yang Ternyata Bohong
"Cukup menguras tenaga, sampai jarang tidur. Paling cuma dua jam tidurnya," imbuhnya.
Meski begitu, dia sempat kesulitan mendapatkan bahan baku. Hal itu disebabkan permintaan pembeli yang banyak membuat produksi bahan baku kuwalahan. Selain itu, harga bahan baku juga turut naik karena sempat langka.
"Kemarin saja sampai kehabisan stock, untuk harganya mulai Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu satu batu nisan" ujarnya.
Salah satu pemesan batu nisan, Agus Setyawan mengaku baru memesan batu nisan di tempat tersebut. Dia memesan batu nisan untuk kematian keluarganya yang meninggal akibat Covid-19.
"Ini saya pesan untuk keluarga saya," jawabnya singkat.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!
-
Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas
-
Diduga Intip dan Merekam Wanita di Kamar Mandi GOR Sritex Arena, Pria Ini Diamankan Polisi
-
Viral Mobil Mewah Halangi Ambulans di Solo, Sosok Pengemudinya Bikin Geleng-geleng
-
Stunting Jateng Turun Jadi 9,93 persen, Ahmad Luthfi Jadikan Demak dan Semarang Percontohan Nasional