SuaraJawaTengah.id - Banjir rob atau kenaikan air laut di pesisir pantai utara (pantura) Jawa Tengah terus terjadi. Ancaman tenggelamnya pantura semakin nyata.
Menyadur dari Solopos.com, wilayah pesisir pantura Jawa Tengah diprediksi tenggelam dalam beberapa puluh tahun ke depan karena penurunan permukaan tanah dan kenaikan permukaan air laut. Sampai saat ini setidaknya ada tiga wilayah di Jateng yang diprediksi bakal tenggelam lebih cepat, yaitu Semarang, Demak, dan Pekalongan.
Wilayah pesisir pantai utara atau pantura Jateng yang terancam tenggelam itu mengalami penurunan permukaan tanah sekitar 10-12 cm per tahun. Hal ini terjadi salah satunya akibat penyedotan air tanah yang masif.
Dikutip dari laman tataruang.pusdataru.jatengprov.go.id, Kota Pekalongan terletak di dataran rendah dengan ketinggian kurang lebih 1 meter di atas permukaan laut.
Sementara wilayah pesisir utara Semarang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki ketinggian sekitar 0,75 meter hingga 3,49 meter di wilayah pusat kota. Sedangkan wilayah Kabupaten Demak memiliki ketinggian yang bervariasi, yaitu 0-100 mdpl.
Ketiga wilayah itulah yang diprediksi paling cepat tenggelam di antara wilayah Jateng lain yang berada di pesisir pantura. Diberitakan sebelumnya, Pekalongan diprediksi tenggelam dalam 15 tahun ke depan.
Sementara itu Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Denny Nugroho Sugianto, ST, M.Si, memprediksi pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, tenggelam dalam 50 tahun ke depan. Prediksi ini diperkuat dengan banjir di Kota Semarang pada awal tahun yang dipicu curah hujan tinggi.
“Jadi bisa lebih cepat dari 50 tahun. Yang tergenang itu sekarang di daerah Semarang Utara itu, di Tugu juga sudah mulai parah, perbatasan dengan Demak juga,” terangnya, Rabu (4/8/2021).
Bencana tersebut membuktikan bahwa drainase yang ada di Kota Semrang tidak bisa memuang air ke laut karena penurunan permukaan tanah.
Baca Juga: Viral Pekerja Asal Jateng Terlantar di Atambua, Gaji Tak Sesuai hingga Berebut Makanan
“Keparahan terlihat ketika hujan awal tahun yang sampai banjir di Unissula, itu membuktikan drainase sudah tidak bisa membuang air ke laut dengan gravitasi karena tanahnya lebih rendah dari air laut,” sambung dia.
Tanggapan Ganjar
Menanggapi prediksi dan ancaman pantura Jateng tenggelam, Gubernur Ganjar Pranowo menyebut sudah melakukan kajian untuk merumuskan solusi. Dia menyebut sudah ada kajian soal tenggelamnya ketiga daerahnya itu.
Menurutnya, hal yang harus dilakukan ialah bersama-sama menjaga lingkungan. Sementara pemerintah harus disiplin dalam memberikan izin penggunaan lahan sesuai fungsinya.
“Kajiannya sudah ada. Akan tenggelam kalau semua tidak menjaga lingkungan, maka tata ruang harus dikendalikan, penanaman dilakukan. Sehingga kalau kita mau memanfaatkan ruang itu harus betul-betul disiplin ” kata Ganjar usai meninjau isolasi terpusat di SDN Cemara Dua, Solo, Rabu (4/8/2021),
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati Sudewo, Kasus Korupsi Makin Terkuak!
-
Banjir Landa Pantura Pati-Juwana: Hindari Kemacetan dengan Jalur Alternatif Ini!
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama