Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 11 Agustus 2021 | 16:35 WIB
Penyidik KPK bersiap Komplek Kantor Dinas Bupati Banjarnegara, Selasa (10/8/2021). [Suara.com/Citra Ningsih]

SuaraJawaTengah.id - Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) dari beberapa hari lalu menyambangi Kabupaten Banjarnegara. Kedatangan KPK itu melakukan penyidikan kasus dugaan gratifikasi di Dinas PUPR Kabupaten Banjarnegara.

Dugaan Kasus Korupsi DPUPR Kabupaten Banjarnegara itu terkait pemborongan, pengadaan atau persewaan tahun 2017-2018. 

Pada hari ini, Rabu (11/8/2021), penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan, di sebuah kantor perusahaan dan satu rumah di Banjarnegara.

“Tim penyidik saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan kegiatan dimaksud (penggeledahan),” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2021).

Baca Juga: Geledah Kantor Bupati Banjarnegara, KPK Angkut Sejumlah Dokumen

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periksa Gudang Material milik KA, kepercayaan Bupati Banjarnegara, Selasa (10/8/2021) [Suara.com/citra Ningsih]

Ali mengatakan, kantor perusahaan yang digeledah yaitu PT SW, yang berada di Jalan Yasadiwirya Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah.

Sementara lokasi lainya, sebuah rumah yang berada di Jalan Dipokusumo, Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Ali belum menyampaikan temuan yang didapatkan penyidik KPK di dua lokasi itu.

“Perkembangan informasi dari kegiatan ini nanti akan kami informasikan kembali,” ujarnya.

Sebelumnya penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi, salah satunya di rumah Dinas Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono pada Selasa (10/8) kemarin. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti.

Baca Juga: KPK Ungkap Alasan Sita Barang Bukti di Rumah dan Kantor Bupati Banjarnegara

Situasi Kediaman Bupati Banjarnegara, Budi Sarwono [suara.com/Citra Ningsih]

“Pada tiga lokasi tersebut, Tim Penyidik menemukan dan mengamankan berbagai barang bukti di antaranya berbagai dokumen yang diduga terkait dengan perkara,” kata Ali

Load More