Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 17 Agustus 2021 | 08:56 WIB
Bagian atas patung Jenderal Soedirman di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (16/3). (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Sri Susuhanan Pakubuwono VI adalah Raja Kasunanan Surakarta yang memerintah dari tahun 1823-1830. Beliau adalah pendukung perjuangan Pangeran Diponegoro secara rahasia karena terikat penjanjian dengan Belanda. 

Sehingga ia melakukan aksi ganda dengan berpura-pura membantu Belanda untuk menyamarkan dukungannya kepada Diponegoro. Belanda yang mulai curiga kemudian menangkap dan membuang beliau ke Ambon pada tahun 1830.

6. Jenderal Oerip Soemohardjo

Pria yang dikenal sebagai Muhammad Sidik ini lahir di Sindurjan, Purworejo pada 22 Februari 1893. Ia adalah jenderal dan kepala Staf TNI pertama di era revolusi. Beliau juga pernah menjadi Letnal KNIL selama hampir 25 tahun.

Baca Juga: Tak Melulu Angkat Senjata, Ini Dokter dan Musisi Pahlawan Nasional Asal Surabaya

Sehingga membuat Jenderal Oerip Soemohardjo menjadi perwira pribumi yang memiliki pangkat tertinggi di KNIL. Pada tahun 1938 ia mengundurkan diri karena berselisih dengan Bupati Purworejo, namun pada tahun 1940 dipanggil untuk bertugas kembali.

7. Jenderal TNI Anm, Achmad Yani

Jenderal TNI Anm. Achmad Yani lahir pada 19 Juni 199 di Purworejo, Jawa Tengah. Ia adalah seorang komandan TNI Angkatan Darat. Ahmad Yani pernah mengikuti wajib militer Hindia Belanda pada tahun 1940.

Ia juga pernah bergabung dengan PETA pada tahun 1943. Namun sayang sosok Jenderal ini menjadi korban keganasan GS 30 PKI yang meninggal di Lubang Buaya, Jakarta pada 1 Oktober 1965 dan dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.

8. Supeno

Baca Juga: HUT ke-76 RI, Kalimantan Barat Diprediksi Hujan Lebat Disertai Angin

Supeno salah satu pahlawan yang pernah ikut bergerilya di zaman penjajahan Belanda ini lahir di Pekalongan pada 12 Juni 1916. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan/Pemuda di era Hatta I.

Load More