SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, tidak membuka pendaftaran vaksinasi Covid-19 gratis secara online. Menurut penjelasan Bupati Wonogiri Joko Sutopo atau Jekek pendaftaran secara online dapat memicu kegaduhan baru di tengah masyarakat. Selain itu, dapat memancing kerumunan yang berpotensi terjadi penyebaran Covid-19 di lokasi vaksinasi.
“Misal yang daftar dan datang ke lokasi 1.000 orang. Kuotanya hanya untuk 300 orang. Antre dari pagi sampai lokasi tidak dapat vaksin. Ini kan bisa membuat gaduh,” kata Jekek dalam laporan Solopos.
Sebagian masyarakat mempertanyakan kenapa pemerintah daerah tidak menerapkan sistem pendaftaran online, seperti daerah-daerah lain.
“Beberapa waktu lalu kami ditanyai kalangan milenial. Kok Wonogiri nggak ada pendaftaran vaksinasi gratis lewat link. Kami jawab dengan data dan fakta di daerah lain. Kami perlihatkan banyak warga yang balik karena tidak dapat jatah vaksin saat daftar lewat link,” kata Jekek.
Jekek menjelaskan sejak awal konsisten mengalokasikan vaksin kepada sasaran pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Ada nakes, petugas publik, warga lansia, dan masyarakat rentan. Saat ini Pemerintah Kabupaten Wonogiri fokus kepada warga lansia.
Herd Immunity
Vaksinasi warga lansia, kata dia, dilakukan di balai desa atau kelurahan. Vaksinator turun lapangan didampingi kader kesehatan dan sukarelawan. Dengan sistem itu proses penyuntikan tidak menimbulkan kerumunan karena disebar di setiap desa.
“Jadi sebelum pelaksanaan ada undangan kepada warga. Ketika menyangkut pekerjaan tertentu, misal guru, kami koordinasikan dengan Disdikbud. Informasi bisa disebar melalui komunitas dan paguyuban sehingga terkomunikasikan dan berjalan lancar,” ujarnya.
Menanggapi target yang dicanangkan pemerintah terkait terbentuknya herd immunity dengan target 70 persen warga sudah divaksin, Jekek meyakini bisa diterapkan di Wonogiri. Namun jatah vaksin yang diterima ada penambahan.
Baca Juga: 53 Nakes Puskesmas Slogohimo Tertular Covid, Kemungkinan Terjangkit Saat Beri Layanan
Dengan adanya program pemerintah itu, Jekek meyakini ada perubahan manajerial terkait distribusi vaksin ke daerah. Jika distribusi vaksin sesuai konsep yang disepakati, yakni 70 persen dari jumlah penduduk sudah divaksin, dipastikan September bisa selesai.
“Kesiapan seluruh lini untuk vaksinasi di Wonogiri sudah siap. SDM dan data kami sudah siap, ada sekitar 855.000 warga yang menjadi sasaran vaksin. Tapi hingga kini baru mencapai 14 persen,” kata Jekek.
Tag
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Bukan Sekadar Bantuan, BRI Ungkap Strategi Jitu Perkuat Ekonomi Desa Lewat Program Desa BRILiaN
-
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati Sudewo, Kasus Korupsi Makin Terkuak!
-
Banjir Landa Pantura Pati-Juwana: Hindari Kemacetan dengan Jalur Alternatif Ini!
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya