SuaraJawaTengah.id - Mendaki gunung adalah kegiatan yang positif dan bentuk mencintai alam atau lingkungan. Melakukan pendakian ke gunung butuh fisik yang kuat.
Selain itu pendaki gunung juga mempunyai resiko yang bisa dibilang tinggi. Bisa tersesat, kehabisan pangan, dan sakit di tengah hutan.
Namun, di setiap gunung biasanya sudah ada tim sar yang akan menyelamatkan pendaki jika ada masalah saat perjalanan.
Nah, apa jadinya jika seseorang naik gunung demi konten dan berpura-pura sakit agar mendapat pertolongan dari tim sar?
Ya, hal itu terjadi di Gunung Sindoro yang berada di Jawa Tengah. Seorang pendaki berpura-pura sakit demi sebuah konten video.
Berita itu dikabarkan oleh akun instagram @banjarnegara_news.
"Demi konten, Fauzi, Pendaki Gunung Sindoro ini pura - pura sakit dan meminta pertolongan kepada ranger Gn. Sindoro. Menurut pihak BC Ndoro Arum, ia juga berperilaku kepada warga, pendaki lain, pihak BC dan berkendara ugal - ugalan. Jadilah seseorang yang menghargai setiap insan dan alam budaya dimanapun berada. Mari jadikan pelajaran kita semua ya sedulur, tetap jaga sikap, tata krama kita sebagai tamu ya sobat," tulis di unggahan tersebut.
Karena perbuatannya itu, pendaki tersebut dikenai sanksi. Ia tidak diperbolehkan naik gunung sindoro selama lima tahun.
Melihat unggahan tersebut, warganet pun kesal.
Baca Juga: 2 Pendaki Tewas usai Ikut Upacara 17 Agustus di Gunung Bawakaraeng, Ini Pemicunya
"Ngisin ngisina yakin," tulis @kristiananeva
"Dih masih bocah44mReply," tulis johan456789
"Demi konten. Naik gunung otaknya tak dibawa," tulis @piturip_
"SALAMAT YA DHIK, KAMU SUKSES MERAIH CITA-CITAMU JADI VIRALL !!! SEMOGA TUHAN JUGA MENGABULKAN DOA-DOA NITIZEN YANG DITUJUKAN UNTUKMU," tulis @anggatjb.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis