SuaraJawaTengah.id - Belasan seniman menggelar aksi mural di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Aksi itu dilakukan untuk menolak rencana penambangan batu untuk material pembangunan Bendungan Bener.
Tokoh warga Desa Wadas, Insin Sutrisno mengatakan aksi mural diadakan serempak di 7 wilayah RT. Masing-masing RT menyiapkan minimal 2 tempat yang akan dijadikan lokasi mural.
“Temanya macam-macam sekali. Yang jelas isinya semua menolak atas perkembangan di Wadas yang akan dijadikan daerah penambangan batu quarry,” kata Insin kepada SuaraJawaTengah.id, Minggu (29/8/2021).
Sekitar 20 seniman dari berbagai komunitas ataupun individu, terlibat dalam aksi mural “Wadas Lestari Tolak Quarry”. Aksi diadakan 28-29 Agustus dengan media tembok rumah warga atau bangunan yang berada di lokasi strategis.
Baca Juga: Coretan Dinding Seniman Jogja, Melawan hingga Sindir Penghapusan Mural oleh Aparat
Mereka yang terlibat dalam aksi mural antara lain Antitank Project, Media Legal, KAMUDEWA, Bird Peace, Guerillas, dan Komunitas Taring Padi. Kemudian Komikrukii, Farid Stevy, Fajar Copet, serta Yayat Yatmaka.
Salah satu mural berisi pesan: “Semua tanah kau ambil, kok ngaku adil”. “Njogo alam kanggo anak lan putu”.
Menurut Insin aksi mural ini juga salah satu cara mendesak PTUN Semarang agar membatalkan penetapan SK Gubrenur Jawa Tengah tentang penetapan lokasi tambang batu quarr di Desa Wadas.
Disaat yang bersamaan, komunitas Pit Dhuwur juga melakukan aksi solidaritas menggenjot sepada dari Yogyakarta ke Desa Wadas. Aksi solidaritas “Menyang, Mancal, Menang” ini bertujuan menyambangi sedulur Wadas yang sedang berjuang dari perusakan lingkungan dan perampasan ruang hidup.
Pada Senin (30/8/2021), Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang akan memutus gugatan warga Desa Wadas terhadap SK Gubernur Jawa Tengah tentang izin penetapan lokasi (IPL) penambangan batu quarry.
Baca Juga: Siasat Merebut Ruang Publik: Dibungkam di Bawah Jembatan Kewek
Menurut warga Desa Wadas, penetapan IPL yang diterbitkan Gubernur Ganjar Pranowo cacat prosedur. Penerbitan izin lokasi tidak melalui proses ulang dengan warga yang belum selesai pengadaanya.
Berita Terkait
-
"Malaikat Penjaga Kyiv", Seniman Abadikan Pahlawan Perang Ukraina dalam Mural Menyentuh
-
All Eyes on Rafah, Mural Dukungan untuk Palestina Nampang di Jakarta
-
Viral Seniman Mural Diminta Lukis Peti Mati Seorang Anak, Gambar Ceria Tapi Maknanya Menyesakkan Dada
-
Digelar di Yogyakarta, Yuk Kunjungi Pameran Tunggal Perupa Mural Darbotz di Sini!
-
Jokowi Dilaporkan ke PBB, Dugaan Pelanggaran HAM Atas Dalih Pembangunan
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri
-
Tak Hanya THR, Desa Wunut Tunjukkan Kepedulian Nyata Lewat Jaminan Sosial
-
Nikmati Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah Ramaikan Saloka Theme Park