Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 30 Agustus 2021 | 17:44 WIB
Jokowi dan Prabowo. Foto: Ist.

SuaraJawaTengah.id - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sudah mulai panas. Bahkan peta politik pada kontestasi itu sudah mulai diprediksi. 

Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun, menganalisis bahwa kemungkinan besar Pillres 2024 mendatang hanya akan menjadi pesta bagi parpol alias partai politik koalisi Presiden Jokowi.

Menyadur darri terkini.id, analisis Refly Harun itu muncul setelah PAN alias Partai Amanat Nasional resmi bergabung dengan koalisi Presiden Jokowi sehingga kini partai oposisi yang tersisa hanyalah PKS dan Demokrat.

Bahkan, Refly Harun menebak bahwa PKS dan Demokrat terancam tidak bisa ikut Pilpres 2024 lantaran tidak bisa bisa mengajukan calon.

Baca Juga: Kunjungan Kerja Bersama Prabowo, Presiden Jokowi Ingin Terlihat Netral

“Masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam koalisi pemerintahan, baru berarti kalau dikaitkankan dengan eksistensi partai luar istana yang saat ini terancam tidak bisa ikut dalam Pilpres 2024 lantaran tidak bisa mengajukan calon, dalam hal ini PKS dan Demokrat,” terang Refly Harun dalam kanal YouTube yang dikutip pada Senin (30/8/2021).  

“PKS dan Demokrat kalau digabungkan kan kursinya hanya 104, sementara kursi minimal adalah 115,” tambahnya. 

Refly Harun. (YouTube/Refly Harun)

Lantaran kurangnya jumlah kursi inilah akhirnya membuat Demokrat dan PKS, kata Refly, terancam tak bisa ikut Pilpres 2024 dan tak bisa mengajukan calon presiden.

Untuk itu, Refly menyebut bahwa Pilpres 2024 ke depannya hanya akan menjadi pesta bagi para parpol koalisi Presiden Jokowi.

Pasalnya, sampai saat ini Presiden Jokowi telah berhasil menggandeng tujuh partai politik yang sudah lolos dan memiliki kursi di DPR.

Baca Juga: Merapat ke Jokowi, 44 Kursi PAN Bikin Posisi Tawar DPR ke Pemerintah Makin Lemah

“Maka secara teoritis, Pilpres ke depan hanya pesta di antara tujuh partai tersebut, baik dengan skenario amandemen maupun skenario tidak amandemen.”

Load More