SuaraJawaTengah.id - Selama pandemi Covid-19 dan penerapan kebijakan PPKM, pemerintah menutup tempat publik dan obyek wisata. Kebijakan ini pun berdampak pada warga yang mendapat penghasilan dari keramaian di tempat-tempat tersebut.
Salah satunya adalah seorang penjual mainan, Yusnan Iguna (31). Sudah lebih dari setahun, warga Desa Pengabean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal itu menganggur karena tempat-tempat keramaian dan wisata ditutup.
"Tempat-tempat keramaian dan wisata banyak yang tutup, lockdown, jadi tak bisa jualan," kata Yusnan, Jumat (3/9/2021).
Tak mau hanya berdiam di rumah, kondisi itu memantik Yusnan untuk berkreasi. Memanfaatkan berbagai jenis sampah dan barang-barang yang sudah tidak terpakai, dia membuat wayang yang disebutnya sebagai wayang limbah.
"Saya membuatnya di sela membantu istri jualan online," katanya.
Limbah yang dimanfaatkan di antaranya botol air mineral, plastik kresek, bungkus kopi, dan kain perca. Limbah-limbah tersebut dipadukan sedemikian rupa dengan modal korek api, lem, dan selotip hingga menjadi sebuah wayang.
Yusnan mengaku awalnya iseng membuat wayang untuk mengisi waktu selama tidak dapat berjualan maian. Pria yang kebetulan juga menyukai wayang itu belajar secara otodidak.
"Awalnya bikin wayang pring (bambu), tapi karena berat, ingin ganti yang agak ringan. Terus saya lihat botol plastik, nyoba bikin, ternyata jadi, tapi tidak langsung bagus. Saya belajar terus, berkembang, akhirnya menemukan sendiri ukuran yang pas, bentuk yang pas pakai bermacam limbah," ujarnya.
Selain bagian tubuh dan kepala, bagian tangan yang awalnya menggunakan bambu diganti menggunakan bungkus kopi kemasan. Kemudian kain perca digunakan sebagai pakaian yang dikenakkan wayang. Sedangkan plastik kresek dimanfaatkan untuk pewarnaan.
Baca Juga: Sudah Lekang Dimakan Zaman, Seniman Wayang Golek Makin Terhimpit Dihantam Pandemi
"Saya sengaja nggak pakai cat. Untuk pewarnaan pakai plastik kresek. Itu kan warna-warni, ada yang bening, putih, hitam, merah, kuning, hijau, seadanya saja," ujarnya.
Yusnan membutuhkan waktu tiga hari untuk membuat satu jenis wayang. Sementara bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain enam botol air mineral dan belasan plastik kresek.
Sampah yang digunakan untuk membuat wayang tersebut didapatkan Yusnan di rumah dan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Dia mencontohkan kain perca untuk pakaian wayang didapatkan dari tetangganya yang seorang tukang jahit.
"Saya prinsipnya nggak beli untuk bahan-bahannya, karena nggak mau nambah volume sampah plastik. jadi memanfaatkan yang ada," katanya.
Keprihatinan dengan keberadaan sampah plastik di lingkungannya menambah motivasi Yusnan untuk mengolahnya menjadi wayang. Dia berharap sampah-sampah yang tidak mudah terurai bisa berkurang.
"Saya prihatin dengan sampah plastik di sekitar lingkungan, di rumah, jadi saya olah saja jadi wayang. Kebetulan saya suka wayang, suka karya seni. ya sudah, akhirnya saya berani nyebut ini wayang limbah. Soalnya semuanya dibikin dari limbah, tdk ada yang beli baru,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Lebih dari 200 Penari dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Tari Kreasi 2026 di Saloka Theme Park
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
Perjuangan 20 Tahun Rosidah Besarkan Usaha Gula Merah Berbuah Manis dengan Dukungan KUR BRI
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo