SuaraJawaTengah.id - Berlangsung di lobby Hotel Quest Semarang, Bidhumas Polda Jateng tayang perdana podcast Polisine Jateng "Aku Sedulurmu".
Dipandu Briptu Oktarina, podcast nya polisi ini mengundang satu-satunya polwan doktor forensik di Indonesia, Kombes Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Kamis (9/9/2021) pagi.
Menurut Hastry, ketertarikannya pada dunia forensik berawal dari penugasannya di Poltabes (kini Polrestabes) Semarang.
"Awalnya mendatangi TKP pembunuhan. Saya melihat kasusnya cukup menarik dan merasa banyak yang bisa diperbuat oleh ilmu kedokteran," ungkapnya.
Didukung oleh nasehat Kasat Reskrim Poltabes pada masa itu, Hastry akhirnya terjun ke dunia forensik.
"Awalnya banyak yang gak percaya, polwan kok masuk forensik. Bahkan Kapolda sempat konfirmasi langsung soal minat saya itu," papar alumni FKU Undip itu.
Tak ingin tanggung-tanggung di dunia forensik, Hastry akhirnya balik ke kampusnya untuk mengambil studi spesialis forensik dan rampung di tahun 2005.
"Tahun 2012 sampai 2014, saya kuliah lagi di Universitas Airlangga untuk studi S3 bidang forensik. Belakangan saya baru tahu dari media kalau saya adalah polwan pertama di Indonesia yang jadi doktor di bidang forensik," tuturnya.
Hastry mengisahkan bahwa ia terlibat dalam semua penanganan bencana alam di Indonesia. Namun yang membuatnya sangat terkesan adalah saat dia dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri menangani para korban bom Bali 1.
Baca Juga: Banyak Memakan Korban, Polisi Himbau Warga Tak Gunakan Listrik untuk Jebakan Tikus
"Itu karena saya baru sekolah. Saya dan tim harus menangani 204 jenazah korban bom," ungkapnya.
Ditanya tentang pengalaman membedah jenazah, Hastry mengatakan tidak pernah bermimpi aneh ketika kembali ke rumah.
"Paling malamnya ketemu Keanu Reeves," candanya.
Namun sesaat kemudian ia menyela bahwa sering dalam kasus-kasus sulit, arwah para korban bencana mendatanginya dalam mimpi.
"Pada kasus jatuhnya pesawat Lion Air, para korban itu datang lewat mimpi dan menjelaskan ciri-ciri tubuh mereka," tegasnya.
Saat memeriksa jenazah korban, tambah dokter dua anak ini, apa yang disampaikan lewat mimpi itu terbukti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
GIIAS Semarang Kenalkan Ragam Teknologi Mobil Listrik, Changan Bawa BEV dan REEV
-
Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!
-
Deretan 5 Gubernur Hadiri Apel Akbar, 243 Ribu 'Hansip Reborn' Resmi Dikumpulkan di Jateng!
-
Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang
-
Kecelakaan KA Argo Bromo, Pengamat: Kesalahan Masinis Tak Bisa Dilihat Secara Tunggal