Kegiatan tersebut sebelumnya mendapat penolakan dari sejumlah orang karena dianggap sudah ketinggalan zaman. Tetapi ternyata mayoritas masyarakat mendukung tradisi turun temurun tetap dilestarikan dan lebih dari itu, untuk mengajak generasi muda bertani.
"Sempat ada penolakan, katanya sudah tidak zamannya. Akan tetapi, seiring jalannya waktu semua warga sepakat untuk tetap mempertahankan tradisi wiwit padi. Kedepan akan kita pertahankan," ujar tokoh masyarakat Supandi.
Dari bumi sawah barat, Lingkungan Tikungan Tajam, Desa Plumpang, warga memberi pesan kepada kawula muda supaya tak malu untuk bertani.
"Untuk petani muda, jangan takut masuk sawah, jangan takut menanam. Karena itu budaya tradisi leluhur kita, yang hidup dari agraria," kata Bambang.
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya