SuaraJawaTengah.id - Mantan Panglima TNI, Jenderal Purnawirawan TNI Gatot Nurmantyo setiap tahun selalu membahas PKI. Ada saja yang selalu ia bahas.
Tercatat sejak tahun 2016, Gatot Nurmantyo selalu menghembuskan isu PKI. Apalagi menjelan momentum G30SPKI pada akhir bulan september ini.
Terbaru, Gatot Nurmantyo menyebut bahwa paham komunis yang merupakan ideologi PKI, sudah menyusup ke tubuh TNI.
Rupanya, Gatot sudah cukup rutin mengangkat isu PKI setiap bulan September 2021. Berikut deretan isu yang dilemparkan Gatot menjelang peristiwa G30SPKI yang dikutip dari Terkini.id.
Sebut Hari Lahirnya PKI
Pada 16 Mei 2016, saat itu, publik dihebohkan soal pesan berantai (broadcast message) soal kebangkitan PKI, 9 Mei disebut hari lahirnya PKI. Di sisi lain, ada orang yang ditangkap gara-gara memakai kaus bergambar palu-arit, pelesetan PKI, atau juga kaus bergambar ilustrasi kelompok musik genre metal luar negeri namun bergambar palu-arit. Ada pula demonstrasi anti-PKI.
Gatot menanggapi isu kebangkitan PKI dengan satu imbauan untuk tetap menjaga persatuan. Dia mengajak masyarakat tetap tenang tanpa terpengaruh isu yang mengarah ke perselisihan.
“Kan sudah disampaikan, bisa jadi itu adu domba kan,” kata Gatot di Rupatama, Markas besar Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).
Dia mengingatkan jangan sampai peristiwa 30 September 1965 terulang. Peristiwa itu perlu diingat agar Indonesia tetap bersatu.
Baca Juga: Dituding PKI oleh Gatot Nurmantyo, Letjen TNI Dudung Abdurachman Ajak Tabayun
“Jadi yang dilakukan kita semuanya adalah mari kita wujudkan persatuan. Itu sudah masa lalu, masa lalu sebagai peringatan, jangan sampai terjadi lagi di masa kini,” ujarnya.
Gatot bicara Pancasila dan PKI
Pada 2 Juni 2016 Gatot bicara neo-kapitalisme lebih berbahaya ketimbang PKI. Kala itu, ada simposium bertajuk ‘Mengamankan Pancasila dari Ancaman PKI dan Ideologi Lain’. Acara dihelat di Balai Kartini, Jakarta.
Namun saat itu, Gatot berpendapat ideologi kapitalisme lebih berbahaya ketimbang PKI, yang dulu dikenal mengusung ideologi komunisme versi Marxisme-Leninisme. Gatot memberi contoh di negara-negara yang terimbas neo-kapitalisme dan neo-liberalisme.
“PKI berbahaya tapi yang lebih berbahaya neo-kapitalisme, neo-liberalisme,” jelas Gatot di Jakarta, Kamis (2/6/2016).
Gatot memberi contoh di negara-negara yang terimbas neo-kapitalisme dan neo-liberalisme. Misalnya di Belanda, Prancis, dan Denmark, di sana gereja mulai kosong dan orang menjadi ateis. Namun entah bagaimana, Gatot lantas menghubungkan fenomena ini menjadi narasi pengantar masuknya komunisme.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR