SuaraJawaTengah.id - Kakak beradik di Surabaya menagih utang dengan cara kekerasan dan berakhir perlawanan dari orang yang ditagih. Ketiga-tiganya terluka dan ketiga-tiganya pula ditangkap polisi.
Kakak beradik yang menagih utang bernama Wawan (33) dan Firman (22). Sedangkan orang yang ditagih bernama Usman (38).
Pada hari Kamis (23/9/2021), Wawan dan adiknya mendatangi Usman yang tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Dinoyo. Entah tujuannya untuk menakut-nakuti atau memang sengaja ingin melukai, mereka membawa tongkat golf dan balok kayu.
Ketika didatangi, Usman sedang santai duduk di atas sepeda motor.
Tidak dijelaskan secara detail dalam laporan Beritajatim mengenai bagaimana kekerasan bermula. Setelah diserang oleh kakak beradik, Usman tersungkur.
Sejurus kemudian, Usman yang tubuhnya habis kena hajar itu lari ke dalam kamar kos dan keluar lagi dengan sebuah celurit di tangan.
Dia balik menyerang Wawan dan Firman yang ketika itu masih menunggu di depan kos.
“Firman mengalami luka bacok di tangan kanan dan kepala, Wawan luka bacok tangan kiri, korban langsung dibawa ke RSAL," kata Kepala Unit Reserse Polsek Tegalsari Inspektur Polisi Satu Marji Wibowo.
Setelah terjadi kekerasan, kasus tersebut dibawa ke kantor polisi.
Baca Juga: Anji Menyesal Pakai Narkoba, Jaksa Pertimbangkan Kasih Tuntutan Ringan?
Bukan cuma Usman yang lapor pihak berwajib, Wawan serta adiknya juga lapor. Terjadilah aksi saling lapor akibat perbuatan mereka.
Marji berkata, "Ketiganya sudah kami tangkap karena saling lapor.”
Celurit, kaos berlumur darah, tongkat golf, dan balok kayu yang dipakai untuk melakukan kekerasan sudah diamankan petugas sebagai barang bukti dalam proses hukum.
Berita Terkait
-
Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Fakta Baru Pengeroyokan Maut Kalibata, Ternyata Lokasi Bentrokan Lahan Milik Pemprov DKI
-
Polisi Pastikan Pengeroyokan Matel Hingga Tewas di Kalibata Pakai Tangan Kosong, Kok Bisa?
-
Kronologi 2 Mata Elang Tewas Diamuk Massa di Kalibata, Kios dan Kendaraan Dibakar
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kudus Jadi Fokus! Kapolda Jateng Genjot Transformasi Pelayanan Publik hingga Pendidikan Anak
-
The King is Back! Hari Nur Yulianto Resmi Pulang untuk Selamatkan Marwah PSIS Semarang
-
Babak Baru APINDO Jateng: Kolaborasi Kuat untuk Ekosistem Ekonomi yang Sehat
-
Kabar Baik PPDB Jateng 2026: Kuota SMA/SMK Negeri Ditambah Jadi 231.724 Kursi
-
Apes Berlapis Mahesa Jenar: Sudah Jatuh ke Liga 2, PSIS Kini Dibanned FIFA!