SuaraJawaTengah.id - Kegitan belajar mengajar tatap muka di beberapa daerah sudah dimulai dalam satu bulan terakhir. Klaster sekolah tentu saja bisa berpotensi terjadinya gelombang ketiga COVID-19.
Pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 memang cukup mengkhawatirkan bagi orang tua. Terutama soal kekhawatiran muncul klaster di sekolah.
Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi, mengatakan bayang-bayang kluster sekolah harus ada sikap tegas dari pihak terkait seperti Kementerian Pendidikn dan Kebudayaan, dinas pendidikan di daerah serta guru dan orang tua murid.
“Sekolah tatap muka memang belum sepenuhnya aman. Itu sudah kami ingatkan. Namun di lain sisi dan kami memahami bahwa beberapa orang tua dan adik-adik siswa-siswi sekolah ingin PTM segera berlangsung. Dengan kondisi seperti itu, semua pihak harus kooperatif dan mau kerja sama,” tutur Yoyok Sukawi dari keterangan tertulis yang diterima SuaraJawaTengah.id di Semarang, Kamis (7/10/2021).
Oleh karena itu, Yoyok Sukawi meminta pihak sekolah dan orang tua juga tegas dalam mengawasi kegiatan PTM dari segi protokol kesehatan.
“Semua harus tegas. Sekolah juga harus tegas apabila ada murid sekolah yang kurang kooperatif dalam menjalankan prokes. Begitu pun orang tua, bapak ibu orang tua murid juga harus tegas melaporkan apabila ada pihak sekolah yang abai akan prokes. Jadi semua pihak harus kerja sama demi PTM yang aman dan nyaman,” lanjutnya.
Yoyok Sukawi juga berharap tidak muncul klaster sekolah lagi seperti yang terjadi di SMA 1 Padang Panjang dan SMP 3 dan 4 Mrebet Purbalingga.
Sekolah-sekolah tersebut menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri beberapa waktu lalu sempat menjadi kluster PTM.
“Semoga ya tidak ada kluster di sekolah. Kalau memang ada Bapak/Ibu guru atau anak-anak sekolah yang tidak enak badan, mending izin dulu, libur dulu supaya semuanya aman,” pungkas Yoyok Sukawi.
Baca Juga: Kehadiran Siswa 50 Persen, SMP di Balikpapan Ini Siap Jalani PTM
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup