SuaraJawaTengah.id - Cabang olahraga (cabor) taekwondo menyumbang medali emas di ajang PON XX Papua.
Adalah taekwondoin cantik Dinda Putri Lestari, yang menang pada cabang olahraga taekwondo kelas under 73 kg putri.
Atlet asal Desa Krajan, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung itu mengalahkab Oppy Denena Ginting dari Sumatera Utara pada babak final Kyorugi di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Kota Jayapura.
“Tidak menyangka ya bisa dapat medali emas, soalnya ini PON pertama saya dan saya termasuk masih orang baru, karena lawan-lawan saya kebanyakan senior,” ujarnya, Minggu (10/10/2021).
Dinda mengaku, sudah sering mendapat medali emas saat masih di kelas junior. Bahkan, ia juga pernah mendapat medali emas di kompetisi Thailand Sport School Games.
Namun, saat masuk kelas senior ini kali pertama ia dapat medali. Medali emas tersebut, Dinda persembahkan untuk ibunda tercinta dan almarhum ayahnya serta Jawa Tengah.
Anak dari pasangan Wahyuni dan Alm Sumaryanto tersebut mengaku belajar taekwondo sejak masih duduk di bangku SD Kelas 2, pada saat itu Dinda baru berumur delapan tahun.
“Awalnya tanding menang dan dilihat pelatih ada potensi. Lalu disuruh seleksi PPLP dan akhirnya lolos. Dan sampai sekarang bahkan sudah masuk tim nasional,” ujarnya.
Dinda mengungkapkan, kesuksesannya dalam kejuaraan di PON XX Papua yakni dengan latihan keras, maksimal dan ikhlas. Dan yang terpenting adalah doa dan restu dari ibunda tercinta.
Baca Juga: Ya Ampun! Selama Pandemi Covid-19, Sudah 64 Dokter di Jawa Tengah Meninggal Dunia
“Ke depan saya masih akan berlatih dengan keras di tim nasional untuk kejuaraan-kejuaraan internasional lainnya. Dan semoga bisa mendapatkan medali emas dan bisa mengibarkan merah putih di even internasional,” katanya. (Ayosemarang.com)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Ribuan Peserta Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp20 Miliar
-
Fenomena Bediding Mulai Terasa, BMKG Minta Warga Jateng Bersiap
-
SIG dan Semen Gresik Giatkan Penanaman Pohon di Kawasan Joglo Tani Pabrik Rembang
-
Pakar Hukum Unsoed Buka Suara Soal Penipuan Eks Pegawai Bank di Purwokerto
-
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi, Ahmad Luthfi Tekankan Penguatan Pembiayaan