SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 390 orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ diketahui dalam kondisi terpasung periode Januari hingga Juni 2021.
Pemasungan ODGJ oleh masyarakat di Jateng dilakukan dengan berbagai alasan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2021 di RSJD Dr Arif Zainudin Solo, Minggu (10/10/2021) siang.
“Rekapitulasi jumlah pasung tahun 2020 (di Jateng) sebanyak 515 kasus. Lalu Januari sampai Juni tahun 2021 sejumlah 390 kasus. Problematika pasung sangat banyak, hampir semua telah dibebaskan, tapi dipasung kembali oleh masyarakat,” kata Yulianto diwartakan Solopos.com--jaringan Suara.com.
Untuk itu Yulianto menekankan pentingnya semua pihak bersama-sama mengatasi masalah ODGJ terpasung di Jateng ini, terutama memberikan kesadaran kepada warga.
“Semua sektor harus bersatu padu. Angka-angka pengurungan tersebut tentu kemudian harus jadi perhatian kita semua. Bagaimana mereka disentuh, dibebaskan, dan diberdayakan dari kemelut kesehatan jiwa. Ini menjadi ikhtiar Pemprov Jateng,” tambahnya.
Dia menambahkan, langkah itu sesuai dengan misi keempat Pemprov Jateng yaitu menjadikan masyarakat lebih sehat, pintar, berbudaya dan mencintai lingkungan. Sayangnya, selama ini kesehatan jiwa adalah salah satu bidang yang acap kali diabaikan.
Padahal, tidak ada orang yang ingin terganggu kesehatan jiwanya. “Semua orang berhak mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang berkualitas. Masih banyak kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami masalah kesehatan jiwa,” imbuhnya.
Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, banyak masyarakat yang rentan mengalami masalah kejiwaan.
Baca Juga: Bukannya Ngasih Makan, Perempuan Ini Malah Dikasih Nafkah ODGJ Tiap Hari
Sayangnya, Yulianto mengakui masih banyak stigma negatif yang berkembang di masyarakat terkait orang dengan gangguan jiwa.
“Masih kuatnya stigma dan diskriminasi, kurangnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa. Kami terus bergerak melakukan berbagai langkah, memperkecil dampak pandemi, mewujudkan sehat jiwa, seperti advokasi, sosialisasi, surveillence,” urainya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat
-
Teriakan dari Sumur Bikin Geger, Warga Solo Dievakuasi Tim SAR, Begini Kondisinya
-
Pilkades Serentak 2026, Polresta Magelang Kerahkan 915 Personel
-
CCTV Bongkar Perampasan Motor Bersenjata Celurit di Kudus, Satu Pelaku Ditangkap
-
Debut Impresif, Irpan Siregar Antusias Jalani Peran Baru di Kendal Tornado FC