SuaraJawaTengah.id - Vaksinasi massal di Pendopo Lapangan drh Soepardi, Kota Mungkid, Magelang diwarnai protes warga. Terkait pendaftaran online vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi.
Warga Dusun Ngalian, Desa Kalinegoro, Kacamatan Mertoyudan, Suriman protes karena masih harus mengantre padahal sudah mendaftar vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi.
Suriman mengaku datang ke lokasi 5 menit sebelum jadwal vaksin yang ditetapkan.
“Saya datang pukul 08.55 WIB. Saya pilih vaksin sesi kedua pukul 9 sampai pukul 10,” kata Suriman di lokasi vaksinasi, Senin (11/10/2021).
Dia kecawa karena hingga lebih dari pukul 10.00 WIB, namanya belum juga dipanggil untuk divaksin. “Saya disuruh lagi numpuk KTP. Percuma daftar online kalau masih harus daftar di tempat. Saya kan (harus) nunggu lagi, (padahal) kuotanya 160 orang,” ujar Suriman.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan, kendala teknis bisa terjadi selama pelaksanaan vaksinasi. Hal itu tidak mengurangi antusiasme warga mengikuti vaksin.
“Masalah di lapangan, masyarakat yang datang punya animo tinggi untuk divaksin ternyata data NIK-nya tidak sinkron,” kata Nanda.
Sehingga petugas pendataan calon penerima vaksin, harus melakukan sinkroniasi data sesusia NIK. “Kami dibantu oleh Disdukcapil dan petugas kecamatan untuk mensinkronkan data NIK. Sehingga bisa divaksin dan masuk ke basis data PeduliLindungi.”
Vaksinasi massal Covid-19 dosis I di Pendopo Lapangan drh Soepardi menyasar 2.500 warga. Kegiatan akan dilaksanakan 11-13 Oktober 2021 dengan metode pendaftaran vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi dan langsung di lokasi.
Baca Juga: Info Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 dan 2 di Malang, Buruan Daftar!
Hingga hari ini jumlah warga Kabupaten Magelang yang sudah menerima vaksin Covid dosis I mencapai 344.563 (33,48 persen) orang sasaran. “Dalam bulan ini kami mengejar terus untuk target minimal 50 persen,” kata Nanda.
Prioritas vaksinasi juga diarahkan kepada siswa yang sekolahnya sudah mendapat izin untuk menjalani pembelajaran tatap muka terbatas. Dinas Kesehatan melakukan uji sampling rutin untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah.
“Kita lakukan test rutin dan terus meninjau sejauh mana pelaksanaan prokes di sekolah-sekolah tersebut. Apabilan ada kasus di sekolah, pelaksanaan tatap muka kita tutup.”
Menurut Nanda, hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan Covid di sekolah. Salah satu siswa sekolah yang sudah menjalani uji swab antigen adalah SMP Negeri Borobudur.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis