SuaraJawaTengah.id - Putra sulung KGPAA Mangkunagoro IX dengan Sukmawati Soekarnoputri, Gusti Pangeran Hariyo (G.P.H) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro mulai membuka diri soal pemilihan calon penerus raja Mangkunegaran.
Sebab, penerus dari KGPAA Mangkunegoro belum juga diputuskan. Paundra pun menegaskan bahwa menjadi raja penerus penguasa Mangkunegaran bukanlah suatu kompetisi.
Menyadur dari Solopos.com, Pria kelahiran Jakarta, 19 April 1975 itu mengingatkan semua orang untuk menghargai dirinya dan keluarganya. Menurut Paundra Sikap saling menghargai ini menurutnya sangat penting agar kehidupan berjalan dengan damai.
“Hargailah dan orangkanlah saya, hargailah para pendahulu, hargailah eyang saya Presiden Soekarno, hargailah ayahanda saya, hargailah ibu saya, hargailah adik semata wayang saya, hargailah Keluarga Besar Mangkunegaran terlebih haruslah menghargai Abdi-abdi/kawulo alit di Puro Mangkunegaran agar rasa respek, sikap baik saya dan ketulusan dari saya/dari kami pada panjenengan-panjenengan tidak hilang dan tidak berubah menjadi kebencian,” jelasnya dalam status yang diunggah ke media sosial, Kamis (14/10/2021).
Paundra menegaskan menjadi raja bukanlah suatu kompetisi dan ajang pencitraan demi kepentingan pribadi yang dilandasi ego semata.
“Untuk menjadi raja itu bukanlah sebuah kompetisi, bukanlah pemilih legislatif, bukanlah ajang pencitraan, bukanlah dengan kepentingan pribadi yang dilandasi ego dan ambisi pribadi apalagi golongan. Tetapi tidak lain dan tak jua adalah mutlak atas kuasa, atas kasih, atas kehendak, atas rahmat dan bimbingan dari Gusti Allah SWT Tuhan seru sekalian alam beserta para pendahulu,” sambung dia.
Dia juga mengingatkan bahwa statusnya merupakan cucu Presiden Sukarno, putra Mangkunagoro IX, dan cucu Kanjeng Gusti Mangkunagoro VIII.
“Ingatlah masih ada kekuatan lain yang lebih besar dari kekuatan kita manusia dengan upaya-upaya dari pribadi-pribadi, dari oknum-oknum yang tidak baik dengan menghalalkan segala cara yang makin mencoreng nama baik nama besar Mangkunegaran terlebih nama harum para pendahulu. Dan ingatlah selalu saya trah rembesing madu, saya cucu Presiden Soekarno, saya putra dalem, putra sah ayahanda saya, saya cucu dari Kanjeng Gusti Mangkunegoro VIII dan Gusti Puteri Mengkunegoro VIII,” tegasnya.
Paundra juga menegaskan tentang hukum karma yang berlaku di dunia ini. “Ingatlah akan karma, hukum tabur-tuai, melati dan kuwalat itu jelas-jelas ada dan pasti terjadi bagi siapapun yang tidak baik pada saya dan Puro Mangkunegaran, salam,” tandasnya.
Baca Juga: Pengganti Raja Mangkunegaran Belum Ditentukan, GPH Bhre Juga Punya Peluang
Tulisan panjang itu merupakan curahan hati Paundra yang dibagikan ke media sosial. Calon penerus Mangkunegaran ini juga membagikan tulisan itu kepada wartawan Solopos.com, Kamis (14/10/2021).
Kandidat Penerus
Tulisan itu dibagikan di tengah teka-teki penerus Mangkunagoro IX. Sebelumnya selain nama Paundra dan G.P.H Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, muncul nama Direktur Utama PT Hotel Dana Permai, K.R.M.H Roy Rahajasa, dalam daftar kandidat penerus penguasa Mangkunegaran.
Menanggapi curhat Paundra tersebut, Ketua I Himpunan Kerabat Mangkunegaran (HKMN), Satyotomo, angkat bicara. Dia menilai apa yang disampaikan Paundra melalui status media sosial sebagai hal yang biasa.
“Sebetulnya enggak ada apa-apa, biasa mas Paundra menulis begitu. Mungkin baru sekarang panjenengan para wartawan membacanya agak aneh. Tetapi kadang-kadang melihat kebelakang sering begitu, artinya curhat mau curhat sama siapa, ditulis ke medsos,” kata Satyotomo dikutip dari Solopos.com, Sabtu (16/10/2021).
Sementara itu, saat diminta konfirmasi apakah sudah ada pembahasan penerus Mangkunagoro IX, Ketua I HKMN mengatakan masih menunggu setelah 100 hari wafatnya Mangkunagoro IX. Hubungan antara Paundra, Bhre, dan Roy baik-baik saja.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah