SuaraJawaTengah.id - Pemkab Purbalingga mengimbau kepada masyarakat di wilayah setempat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina karena dikhawatirkan berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
"Waspadai potensi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Umar Fauzi di Purbalingga, dikutip ANTARA, Selasa (9/11/2021).
Dia mengatakan dengan adanya kewaspadaan dan kehati-hatian dari masyarakat maka diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana.
Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk secara aktif melakukan pembersihan sampah di area lingkungan masing-masing.
"Mari bergotong royong bersama, untuk membersihkan saluran air atau drainase dari kotoran,sampah dan lain sebagainya agar air di saluran dapat mengalir lancar agar tidak menimbulkan genangan atau banjir," katanya.
Dia menambahkan bahwa pihaknya terus meningkatkan sosialisasi mengenai prakiraan cuaca terkini kepada seluruh masyarakat di wilayah setempat.
"Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait upaya mitigasi bencana," katanya.
Sementara itu dia juga kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan yang disertai petir sebagai salah satu upaya mitigasi bencana.
"Kami mengingatkan kepada masyarakat saat hujan turun disertai petir dan angin kencang agar tetap waspada, jangan berada di area lapang atau terbuka, selain itu juga jangan berlindung di bawah baliho atau pohon besar," katanya.
Baca Juga: Top! Baru Pembukaan, 17 Lukisan Pameran "Kluruk!" di Purbalingga Langsung Dipesan
Dia menambahkan bahwa menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat indikasi akan terjadinya fenomena La Nina dengan intensitas moderat.
"Hal itu berakibat terjadinya pergerakan massa udara basah yang memicu peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia termasuk juga di Purbalingga," katanya.
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi dan mengatasi dampak La Nina pihaknya telah melaksanakan kegiatan apel gelar pasukan guna memastikan kesiapsiagaan seluruh sumber daya yang ada.
Beberapa unsur yang terlibat dalam apel kesiapsiagaan ini, kata dia, di antaranya adalah TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dinas terkait hingga organisasi kemasyarakatan dan relawan kebencanaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Polda Jateng Autopsi Jenazah AFF, Pelajar SMP di Pemalang yang Tewas Diduga Korban Perundungan
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Digagalkan! 300 Butir Obat Terlarang dan Sabu Nyaris Masuk Lapas Kelas I Semarang
-
Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang