SuaraJawaTengah.id - Dukungan KH Yahya Cholil Staquf atau sering dipanggil Gus Yahya untuk bisa memimpin Nahdlatul Ulama terus mengalir. Para tokoh NU Jateng misalnya, kompak mendukung kakak dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu.
Terbaru, para kiai muda Nahdlatul Ulama (NU) dari Jawa Timur melakukan silaturahmi dengan Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh pada Selasa (16/11/2021) malam. Hal itu untuk memberikan dukungan menjelang dilaksanakannya Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama.
Rombongan kiai muda dari Jatim tersebut antaralain Gus Atho' illah Anwar Mansur Lirboyo Jombang, KH Muhammad 'Abdurrahman Al Kautsar Nurul Huda Djazuli atau Gus Kautsar Ploso Kediri, Gus Fahim Ploso Kediri, Gus Maksum Langitan Tuban, Gus Kholil Sidogiri, Abdus Salam Shohib Denanyar Jombang, Gus Makmun Ketua PCNU Kediri, dan Gus Makki Ketua PCNU Banyuwangi.
Setelah bertemu dengan Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, pimpinan rombongan kiai muda Jatim, Abdussalam Shohib atau Gus Salam, mengungkapkan, silaturahmi ini sebagai upaya sekaligus harapan para kiai muda NU agar Muktamar berjalan dengan baik, lancar dan damai.
Ia mengatakan, NU kedepan memiliki tantangan yang besar baik di kancah nasional maupun internasional. Sehingga gelaran besar ini sekaligus harus menjadi contoh bagi semua pihak, baik dalam negeri maupun dunia.
"Kami juga berharap pada semua pihak jelang Muktamar NU untuk menjaga Akhlakul Karimah serta tidak menjadi ajang untuk saling menjelekan dan menjatuhkan," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Gus Salam, silaturahmi ini juga mengajak pada semua pihak untuk mengupayakan Muktamar NU ini sebagai momentum untuk menawarkan gagasan dan program-program kerja NU, sebagai sarana untuk mempersiapkan Satu Abad NU 2026 mendatang.
"Kami sangat berharap adanya regenerasi, terutama tokoh yang mempunyai ide dan gagasan terhadap tantangan NU kedepan, baik secara nasional maupun internasional," katanya.
Pada kesempatan ini, Gus Salam juga menegaskan, para kiai muda NU telah berkomitmen untuk mengawal dawuh Kiai Sepuh Jatim untuk mendampingi KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mulai dari Pra-Muktamar sampai pemilihan hingga selanjutnya.
Baca Juga: PBNU Kerahkan Relawan Bantu Penanganan Banjir Bandang di Kota Batu
"Kami berkomitmen mengawal dawuh Kiai Sepuh Jatim untuk Gus Yahya, baik jelang Muktamar NU hingga saat mendapatkan amanah selanjutnya," tandasnya.
Selain itu KH Muhammad 'Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar mengungkapkan alasan mendukung Gus Yahya menjadi Ketua Umum PBNU karena memiliki arah tujuan atau sasaran masa depan yang jelas dan tahu cara mencapainya.
"Gus Yahya itu mampu di hadapan kami menjelaskan awal sampai akhir sekaligus menjelaskan mengapa seperti itu," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Edukasi Finansial, Dorong Semangat Belajar
-
Didakwa Pasal Berlapis, Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq Tak Ajukan Keberatan
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau