- Ratusan siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan program MBG pada 9 September 2025.
- Gejala mual, muntah, diare, pusing, hingga mimisan dirasakan para korban sejak malam hari hingga keesokan paginya di rumah sakit.
- Keterlambatan pengiriman makanan oleh SPPG Gembong melewati waktu aman konsumsi diduga menjadi penyebab utama keluhan kesehatan massal tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Seorang ibu merasa was-was ketika sang buah hati merasakan kesakitan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong.
Menurut Anis, seorang ibu dari Desa Kedungbulus, anaknya yang bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gembong merasa mual, mencret, serta mimisan usai memakan menu nasi bakar MBG.
"Anak saya katanya habis makan MBG menu nasi bakar, menu kemarin. Mual, muntah, mimisan BAB sampai empat kali," katanya saat diwawancarai Suara.com di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati, Rabu, 9 September 2025.
Anaknya merasa trauma setelah mengetahui bahwa ratusan penerima MBG merasa kesakitan sepertinya.
"Was-was pasti, dan anaknya ini trauma dengan MBG," jelas Anis.
Di tempat lain, salah satu siswa, Aufa, siswa menceritakan detik-detik saat gejala keracunan mulai menyerang tubuhnya. Ia mengaku baru merasakan efek samping beberapa jam setelah mengonsumsi santapan tersebut.
"Waktu makan tidak ada yang rasanya aneh, rasanya normal. Tapi habis makan agak mual sedikit. Lalu saat di rumah saya diare dan pusing. Lumayan parah. Sehari kemarin sampai pagi ini saya sampai BAB lima kali dan mencret," ungkap siswi SMPN 1 Gembong.
Dia mengatakan, baru kali ini ada kejadian keracunan MBG di sekolahnya. Selama ini tidak pernah ada keluhan kesehatan yang dialami siswa terkait santapan menu MBG.
"Kayaknya kalau 50 siswa lebih dari sekolah kami yang keracunan. Dari kelas VII sampai kelas IX," ungkap anak asal Desa Gembong itu.
Baca Juga: Asal-usul Uang Sitaan KPK Jadi Titik Krusial, Hakim Tolak Istri Sudewo Bersaksi
Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, mengungkapkan bahwa makanan yang biasanya tiba sebelum jam istirahat pertama pukul 09.30 WIB baru sampai di lokasi pada pukul 11.30 WIB.
"Kami pun langsung membagikan makanan tersebut karena ompreng makan menginstruksikan MBG harus dimakan sebelum pukul 12.00," ujarnya.
Para siswa pun menyantap hidangan tersebut tanpa curiga. Bahkan ada yang meminta tambah dari jatah MBG temannya yang hari itu tidak berangkat sekolah.
Senada, Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, menyebutkan bahwa jatah makan yang biasanya dibagikan pukul 11.20 WIB baru tiba di sekolah setelah melewati pukul 12.00 WIB.
Secara tampilan fisik dan rasa, makanan tidak menunjukkan tanda-tanda basi sehingga para siswa lahap mengonsumsinya.
"Anak-anak malah merasakannya enak," jelas Zaenal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah