“Ada beberapa alasan kenapa kami, massa aksi menyuruh mereka [Moeldoko] pergi. Aksi Kamisan Semarang itu adalah panggung rakyat, bukan tempat oligarki bicara. Moeldoko, Hendrar Prihadi, dan Komnas HAM sudah jelas tahu seluruh rangkaian pelanggaran hak asasi warga, lebih baik mereka segera mengerjakan tanggung jawabnya,” ujar Cornel dalam keterangan tertulis pada Kamis malam.
Cornel mengatakan peristiwa pengusiran Moeldoko itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, atau sekitar dua jam berlangsungnya aksi Kamisan.
Cornel menilai Moeldoko dan Wali Kota Semarang sebenarnya sudah mendapat panggung dengan tampil dalam Festival HAM yang digelar dengan menggunakan uang rakyat. Maka dari itu, menurut Cornel, Moeldoko tidak selayaknya berbicara di panggung yang murni memperjuangan hak-hak rakyat di aksi Kamisan.
“Massa Aksi Kamisan Semarang melakukan aksi berdasarkan cerita rakyat dalam dua hari festival rakyat yang menyatakan sikap dengan jelas bahwa gerakan rakyat berhenti kooperatif terhadap Rezim Kapitalisme Oligarki, termasuk memberikan panggung kepada para oligarki,” tegas Cornel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat